Thomas Lembong Ungkap Alasan Investor Ogah ke Indonesia, Singgung Petugas Pajak Semena-mena
Nasional
Indonesia Sepi Investor Asing

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong mengungkap sejumlah alasan mengapa investor enggan menanamkan modal mereka ke RI salah satunya terkait penagihan pajak.

WowKeren - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong ikut berbicara menanggapi keluhan investor di Indonesia. Keluhan-keluhan inilah yang menjadi penyebab para investor enggan menanamkan modal di RI.

Menurutnya, salah satu yang sering dikeluhkan oleh para investor baik domestik maupun luar negeri adalah regulasi. Regulasi yang ada saat ini masih tumpang tindih sehingga menyebabkan perizinan yang berlebihan. Hal ini cukup menyulitkan para calon penanam modal.


"Regulasi tumpang tindih, kontradiktif, perizinan yang berlebihan," tutur Lembong di Jakarta, Rabu (11/9). "Itu sudah puluhan tahun soal izin atau pendaftaran atau standar keamanan kerja. Ini sangat memberatkan dan beban besar bagi perusahaan."

Bukan hanya regulasi tumpang tindih yang memberatkan, keengganan investor juga dipicu oleh perlakuan para petugas pajak. Menurutnya, para petugas pajak bersikap semena-mena.

"Kedua perpajakan," lanjut Lembong. "Perlakuan yang semena-mena, petugas pajak menghadapi target dan mengalami banyak tekanan dengan cara apa saja, terus terang, bisa dibujuk untuk dibayar lebih."

Ia menyoroti sikap petugas pajak dalam melakukan penagihan. "Caranya jadi penting, kalau caranya tak sesuai peraturan, nagih dulu baru nanti disengketa pajak bertahun-tahun. Ini sangat bikin kempes semangat pengusaha," tegas Lembong.

Selain kedua faktor di atas, faktor lainnya adalah sulitnya administrasi terkait perizinan. Dibanding negara-negara lainnya, Indonesia relatif lebih lamban dalam memberikan izin investasi. "Kita tidak kompetitif di segala faktor. Biaya administrasi, dan jasa-jasa pendukung seperti jasa logistik, itu mungkin karena disubsidi," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi sempat mengutarakan kekesalannya terkait minimnya jumlah investor yang mau menanamkan modal di Indonesia. Dibanding negara-negara ASEAN lainnya, RI masih tertinggal dalam hal menarik investor asing.

"Dari 33 tadi, sekali lagi, 33 perusahaan di Tiongkok yang keluar," ujar Jokowi di Jakarta, Rabu (4/9). "Kita ulang, 23 ke Vietnam, 10 ke Kamboja, Thailand, dan Malaysia, tidak ada yang ke Indonesia."

You can share this post!

Related Posts
Loading...