Uang Pemprov Sumut Rp 1,6 M Raib di Parkiran, Kapolda: Saya Juga Heran
Nasional

Uang senilai Rp 1,6 miliar tersebut rencananya akan dibayarkan untuk honor kegiatan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di lintas Operasi Perangkat Daerah (OPD).

WowKeren - Uang tunai berjumlah Rp 1,6 miliar raib dalam mobil di pelataran parkir depan Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Senin (9/9). Uang tersebut rencananya akan dibayarkan untuk honor kegiatan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di lintas Operasi Perangkat Daerah (OPD).

"Uang diambil tunai karena akan didistribusikan ke masing-masing OPD yang terkait kegiatan TAPD," terang Kabag Humas Pemprov Sumut, M Ikhsan, pada Selasa (10/9). "Itu berdasarkan SK Gubernur yang mendapat honor ini. Nanti kita lihat berapa jumlahnya. Ada semua sudah jelas, berapa honornya, siapa orangnya, di OPD mana dia, semua jelas."


Awalnya, Pembantu PPTK Muhammad Aldi Budianto bersama tenaga honorer BPKAD Indrawan Ginting tiba di Bank Sumut Cabang Utama di Medan. Keduanya lantas melakukan penarikan uang tunai sebesar Rp 1.672.985.500 sekitar pukul 14.47 WIB.

Keduanya pun tiba di Kantor Gubernur Sumut pada pukul 15.40 WIB. "Setelah sempat berputar sekali, keduanya parkir di pelataran parkir Kantor Gubernur," ujar Ikhsan.

Setelah itu, mereka berdua masuk ke Gedung Kantor Gubernur Sumut untuk salat dan absen pulang sekitar pukul 17.00 WIB. Kala Ginting hendak pulang, uang tunai Rp 1,6 M di dalam mobil tersebut sudah lenyap.

Kasus lenyapnya uang di parkiran Kantor Gubernur ini membuat Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, heran. Pasalnya, Agus menilai bahwa pengambilan uang sebanyak itu seharusnya mendapatkan pengawalan.

"Saya juga heran. Kok masih pakai uang tunai? Kalau terkait proyek, harusnya (ditransfer) langsung ke pelaksana proyek," jelas Agus dilansir CNN Indonesia pada Rabu (11/9). "Kalau kaitan gaji, harusnya langsung ke rekening penerima gaji."

Selain ditarik tanpa pengawalan, uang tersebut juga ditinggalkan di mobil dalam rentang waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, kepolisian Sumut kini tengah memeriksa hal tersebut.

"Jika uang negara, tentu ada pertanggungjawaban dari orang yang mengambil dan meletakkannya di mobil. Kita cek, pencurian dan kenapa uang cukup besar itu diambil tanpa pengawalan," tutur Agus. "Harusnya ada tata cara pengambilan uang tunai."

Di sisi lain, Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memulai penyelidikan atas kasus raibnya uang Pemprov Sumut senilai Rp 1,6 M ini. "Kita sudah turunkan tim untuk menyelidiki kasus ini. Mohon doanya," pungkas Putu.

You can share this post!

Related Posts
Loading...