Tolak RUU KPK dan RKUHP, Mahasiswa 'Sita' Gedung DPR
Nasional
Rusuh Demo Mahasiswa

Mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi lantaran tak terima revisi UU KPK telah disahkan. Mereka juga menolak rencana DPR RI untuk mengesahkan RKUHP yang dinilai memuat pasal kontroversial.

WowKeren - Pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (17/9) lalu memang diwarnai pro dan kontra. Banyak pihak yang menilai pengesahan tersebut telah mencederai kepercayaan masyarakat.

Seperti yang terjadi pada hari ini, Kamis (19/9). Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi demonstrasi menolak revisi UU KPK. Selain itu mereka pun menolak rencana pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).


Tak tanggung-tanggung, para mahasiswa itu "menggeruduk" Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta demi menyuarakan aspirasi mereka. Tak hanya menyuarakan yel-yel, mereka pun mewarnai aksi demonstrasi dengan memukul dan mendorong pagar Gedung Parlemen. Mereka berharap dipersilakan masuk demi menemui para anggota dewan.

"DPR sedang ugal-ugalan dan mengebut legislasi yang tidak berpihak pada masyarakat!" seru salah seorang orator dari atas mobil komando. Mereka pun terpantau membentangkan spanduk dan poster yang menunjukkan dukungan kepada KPK. Salah satunya lewat spanduk bertuliskan "Gedung Ini Disita Mahasiswa".

Aksi semacam ini biasanya diperkenankan hingga pukul 18.00 WIB, namun rupanya hingga pukul 18.55 WIB, massa terpantau masih berada di lokasi. Mereka masih bertahan lantaran ada perwakilan mereka yang diberi kesempatan untuk beraudiensi dengan anggota DPR terkait aspirasi penolakan RUU KUHP dan revisi UU KPK.

Mereka pun masih memblokade Jalan Gatot Subroto. Para demonstran juga tak ragu meneriaki pengendara yang berusaha menerobos kerumunan demo. "Balik! Balik! Balik!" seru mereka, dilansir dari Detik News.

Untuk diketahui, pada pukul 17.00 WIB tadi, perwakilan mahasiswa peserta demonstrasi diperkenankan beraudiensi dengan pihak DPR. Polisi pun ditunjuk menjadi mediator dalam pertemuan tersebut.

"Kita harus bernegosiasi benar-benar murni nih. Saya di dalam kan membela juga, 'Pak, ini mahasiswa (maunya) begini-gini'. Oke kita komunikasi ke dalam," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan, ketika bernegosiasi dengan mahasiswa. "Ini bukan rumah saya, saya bantu memediasi juga. Tapi saran saya ada perwakilan juga dari sini berapa coba dihitung. Baru nanti saya ngobrol di dalam (coba mediasi)."

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait hasil audiensi antara demonstran dan anggota dewan tersebut. Kendati demikian, situasi di lokasi demo dikabarkan tetap kondusif.

You can share this post!

Related Posts
Loading...