Komentari Sajak 'Sepatu Kotor' Fadli Zon, PDIP Sebut Ubah Puisi Jadi Opini
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

PDIP menanggapi soal sajak 'Sepatu Kotor' yang diunggah Fadli Zon di Twitter baru-baru ini. Menurut mereka Fadli salah alamat dalam menyampaikan opininya yang diduga-duga menyindir Presiden Jokowi saat meninjau karhutla Riau.

WowKeren - Baru-baru ini Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon telah membuat sebuah puisi yang diunggahnya di Twitter, Jumat (20/9). Puisi tersebut bertajuk "Sajak Sepatu Kotor" tersebut menyinggung sepasang sepatu kotor yang dipamerkan di tengah-tengah kebakaran hutan.

Puisi tersebut sempat ramai dianggap sebagai sindiran kepada Presiden Joko Widodo yang tengah meninjau karhutla di Riau pada Selasa (17/9) lalu. Terkait hal tersebut, PDIP pun ikut mengutarakan pendapatnya.


PDIP menilai jika tulisan politikus Gerindra itu bukanlah sebuah puisi dan salah sasaran. "Rupanya Pak Fadli Zon pemerhati yang rumit dan kerumitan itu tampak dari puisi-puisi yang selalu ditulisnya," ujar Wakil Ketua Fraksi PDIP DPR Hendrawan Supratikno, Jumat (20/9). "Puisi yang biasanya merupakan abstraksi persepsi atau materialisasi intuisi, di tangannya berubah jadi komplikasi opini."

Menurut Hendrawan, sepatu kotor yang dikenakan oleh Jokowi adalah hal yang wajar apalagi ketika meninjau lahan yang baru saja terbakar. Ia juga menyebut jika foto yang memperlihatkan sepatu kotor orang nomor satu di Indonesia tak perlu ditanggapi sama sekali.

"Kalau dari lahan yang terbakar tentu sepatu jadi kotor," pungkas Hendrawan. "Soal foto sendiri itu pilihan kamerawan yang jeli mendokumentasikan momen. Tidak perlu didramatisasi dari perspektif politik."

Senada, Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma juga memberi tanggapan serupa. Ia menyebutkan jika Fadli Zon salah jika menyasar Presiden Jokowi dengan dengan puisi 'sepatu kotor' itu.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan merupakan kegagalan pemerintah daerah setempat. "Salah sasaran, yang paling tepat adalah kegagalan pemerintah daerah yang baru terpilih," kata Eva. "Harusnya partai asalnya membina dulu tupoksi soal pengendalian kebakaran terutama pencegahan oleh pemerintah daerah."

Harusnya partai asalnya membina dulu tupoksi soal pengendalian kebakaran terutama pencegahan oleh pemerintah daerah," imbuhnya. "Jadi Jokowi itu korban dari pelaksana kebijakan daerah yang tidak melaksanakan tupoksinya."

Eva juga menambahkan jika Fadli Zon seharusnya membuat puisi untuk kepala daerah yang terkait dengan karhutla. Bahkan kepala daerah yang wilayahnya dilanda karhutla justru memilih bepergian. "Jadi harusnya bikin puisi untuk para pemimpin daerah yang tinggal gelanggang saat ada persoalan di wilayah yang tanggung jawab mereka," tegasnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...