Pasien KIS Sakit Jantung Diberi Obat Kadaluwarsa, Dinkes Tasikmalaya Minta Maaf
Nasional

Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Plh Kadinkes Kabupaten Tasikmalaya dr. Faisal Suparyanto. Menurutnya, kesalahan tersebut murni disebabkan karena kelalaian petugas.

WowKeren - Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan permohonan maaf terkait kasus pemberian obat kedaluwarsa bagi pasien Kartu Indonesia Sehat (KIS). Seorang warga Taraju bernama Anah (50) mengaku obat yang diterimanya ternyata sudah kadaluwarsa.

Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Plh Kadinkes Kabupaten Tasikmalaya dr Faisal Suparyanto. "Kami minta maaf pada warga Taraju bahwa ada obat kedaluwarsa yang diberikan petugas puskesmas," kata Faisal dilansir dari Detik Sabtu (21/09).

Ia menuturkan bahwa kesalahan tersebut murni disebabkan karena kelalaian petugas. Ia membantah jika peristiwa itu terjadi lantaran berkaitan dengan latar belakangan finansial pasien yang berobat. "Kita tidak bedakan warga miskin atau pasien umum," lanjut Faisal.

Menurutnya, kemungkinan obat tersebut terselip sehingga tidak terkontrol oleh petugas. Petugas belum menjalankan standar prosedur yang berlaku. "Petugas tidak menjalankan SOP untuk jelaskan penggunaan obat dan cek tanggal kedaluwarsanya," tutur Faisal.


Untuk ke depannya, Dinkes Kabupaten Tasikmalaya akan mewajibkan agar pemberian obat dilakukan oleh tenaga farmasi. Hal itu untuk menghindari agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

"Kami akan memanggil membina tenaga kefarmasian," lanjut Faisal. "Dan ingatkan kepala puskesmas tidak ada tenaga selain kefarmasian yang layani obat."

Masih dilansir dari Detik, Anah, warga Kampung Babakan Putat, RT 16 RW 03, Desa Deudeul, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan obat untuk ritme jantung generik dengan merek Digoxin. Ternyata setelah sampai di rumah ketika akan mengkonsumsi obat tersebut, ia diingatkan oleh keluarganya bahwa obat itu sudah kadaluwarsa. Di kemasan obat tertera tulisan A 8610 AGT 19.

"Iya saya berobat ke puskesmas Puspahiang karena di Taraju enggak ada obat jantung saya habis," tutur Anah di rumahnya, Jumat (20/9). "Pas pulang mau dimakan, anak saya bilang jangan udah kedaluwarsa."

Anah merupakan penerima manfaat program KIS (Kartu Indonesia Sehat) yang disubsidi pemerintah.Pihak Puskesmas Puspahiang pun mengaku heran dengan masih adanya obat kadaluwarsa di tempatnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts