Viral Polisi Pukuli Mahasiswa Bogor Saat Demo, Begini Klarifikasinya
Nasional
Kontroversi Revisi UU KPK

Perwakilan mahasiswa peserta aksi mengklaim sebanyak 8 rekannya menjadi korban tindakan represif aparat. Kendati demikian polisi mengklaim tindakannya terpaksa dilakukan lantaran aksi mahasiswa mengancam ketertiban umum.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan pemerintah memang dituding tengah berusaha melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mulai dengan memilih sosok-sosok yang dinilai kurang berintegritas untuk menjadi pimpinan KPK, hingga pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002.

Mahasiswa Universitas Pakuan pun berusaha menuntut keadilan soal itu. Mereka lantas menggelar aksi massa di sekitar Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat pada Jumat (20/9). Sayangnya aksi lantas berujung ricuh dan menyebabkan delapan mahasiswa menjadi korban tindak represif aparat.


Delapan orang tersebut diketahui terluka akibat dipukul oleh polisi. Tak hanya dipukul, mereka pun ditendang oleh aparat. "Jadi saat terjadi dorong-dorongan antara massa dengan kepolisian, mereka juga menahan sambil menendang-nendang dari bawah," jelas Raksa Nasution, salah seorang mahasiswa peserta aksi di Bogor, Sabtu (21/9).

Video yang merekam aksi represif aparat itu pun beredar luas di media sosial. Menanggapi situasi tersebut, pihak kepolisian pun akhirnya angkat bicara.

Twitter/the_bLack12321

Kapolresta Bogor, Kombes Pol Hendri Fiuser, membantah bahwa pemukulan dilakukan dengan sengaja. Menurutnya, kericuhan muncul setelah mahasiswa membubarkan diri. Sayangnya mahasiswa lantas mencoba menutup akses jalan tol dari Jakarta menuju Bogor. Hal inilah yang lantas memicu kericuhan yang terjadi.

"Saat pulang kita kawal," jelas Hendri, seperti dilansir CNN Indonesia, Sabtu (21/9). "Nah di situ muncul masalah karena mahasiswa berusaha menutup jalan tol dari Jakarta menuju Bogor, ke arah Terminal Baranangsiang."

Polisi pun mencoba membubarkan mahasiswa itu. Namun imbauan mereka tak diindahkan. Bahkan mahasiswa itu justru mendorong dan memukul aparat dengan bambu yang dibawa. Alhasil bentrokan antara polisi dan mahasiswa tak terhindarkan.

"Di situ kami bikin pagar betis," jelas Hendri. "Tapi mahasiswa mendorong lalu memukul dengan bambu yang mereka bawa untuk bendera ke arah petugas."

Menurut Hendri, aparatnya pun turut mengalami luka atas kejadian tersebut. Mahasiswa yang terluka pun telah didata oleh pihak kepolisian, yakni berjumlah dua orang. Oleh karena itu, Hendri mengingatkan agar mahasiswa selalu menjaga ketertiban kendati hendak menyuarakan aspirasi mereka di muka umum.

"Kami imbau mahasiswa, kami beri ruang demokrasi, selama ini tidak kami larang," pungkasnya. "Tapi, perlu diingat, ada undang-undang yang membatasi. Yaitu tidak boleh mengganggu kepentingan umum."

You can share this post!

Related Posts
Loading...