Tanggapi Aksi Demo, Menristekdikti Ajak Mahasiswa Ke Mahkamah Konstitusi
ristekdikti.go.id
Nasional

Menteri Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengajak mahasiswa untuk lebih mengutamakan diskusi di Mahkamah Konstitusi Dari pada demo anarkis.

WowKeren - Pengesahan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh DPR pada 17 September lalu berujung panjang. Gelombang penolakan bergejolak sejak saat itu. Apalagi, bukan hanya UU KPK, DPR juga dikabarkan akan mengesahkan beberapa Rancangan Undang-Undang (RUU) yang isinya bermasalah.

Kondisi legislasi yang memprihatinkan ini membuat mahasiswa tergerak. Mahasiswa di berbagai daerah pun menggelar aksi demonstrasi untuk menolak beberapa RUU, terutama UU KPK hasil revisi yang dinilai melemahkan KPK. Sayangnya, belakangan beberapa aksi mahasiswa yang membawa massa besar tersebut berujung kericuhan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengajak mahasiswa untuk berdemonstrasi secara damai. Ia pun mengajak mahasiswa yang menolak UU KPK hasil revisi untuk ke Mahkamah Konstitusi (MK) guna menguji undang-undang yang telah disahkan itu.

"Maka dari itu kalau memang itu tidak sesuai, apa yang kita perlu diperbaiki, ada media yang lain," ujar Mohamad Nasir usai meresmikan Cimahi Technopark di Jalan Raya Baros, Kota Cimahi pada Rabu (23/9). "Katakan kita ke Mahkamah Konstitusi, kita uji bersama."


Sebelumnya, Mohamad Nasir mengatakan bahwa dirinya tidak menolak adanya demonstrasi. Akan tetapi, ia menuturkan perlunya dialog untuk menyelesaikan permasalahan yang telah membuat banyak masyarakat resah ini.

"Saya dalam hal ini tidak berarti alergi terhadap demo," ungkap Mohamad Nasir saat diwawancarai wartawan. "Mahasiswa adalah yang punya inovasi yang baik. Mahasiswa adalah calon intelektual masa depan. Mahasiswa adalah tumpuan anak bangsa. Ini harus kita jaga dengan baik."

"Tetapi mari kita bangun Indonesia bersama-sama," lanjut Mohamad Nasir yang dilansir oleh Liputan6 pada Rabu (25/9). "Bukan kita segala sesuatunya black and white saja, tapi apa yang harus kita bangun dengan baik. Maka dialog perlu."

Dia pun mengimbau agar mahasiswa lebih dewasa dalam menyikapi permasalahan terkini. Mohamad Nasir juga sangat menyesalkan adanya kericuhan dalam unjuk rasa mahasiswa di beberapa lokasi.

Sebelumnya, aksi demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta pada Selasa (24/9) kemarin berakhir dengan kericuhan. Seorang mahasiswa Univeristas Al-Azhar Indonesia bernama Faisal Amir dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit Pelni, Jakarta. Polda Metro Jaya sendiri telah menangkap 94 orang pemicu kerusuhan.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait