Aksi massa #SurabayaMenggugat sedang berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Timur. Sempat diklaim kondusif, kabar terbaru menyebut situasi di lokasi aksi mulai memanas.
- Elvariza Opita
- Kamis, 26 September 2019 - 16:13 WIB
WowKeren - Aksi #SurabayaMenggugat tengah berlangsung di Gedung DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura, Surabaya. Aksi yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB itu semula berlangsung kondusif.
Namun berdasarkan situasi terkini yang dilaporkan oleh akun Twitter @DNK_id, kondisi keamanan di lokasi demo dikabarkan mulai tidak kondusif. Tidak kondusifnya suasana diawali sekitar pukul 14.59 WIB. Kala itu beberapa oknum dilaporkan mendorong pagar berduri lancip yang dipasang polisi.
"Semakin sore semakin panas. Terjadi sedikit aksi dorong pagar berduri lincip. Polisi tampaknya berusaha menghalau," cuitnya. "Sementara di Takmiriyah, suara ngaji belum berhenti."
Kemudian pada 15.18 WIB, diketahui massa semakin anarkis. Massa dilaporkan saling melempar barang ke arah barikade kepolisian. Mereka pun meneriaki anggota DPRD agar keluar dari gedung.
"Baru saja terjadi aksi lempar-lemparan. Massa teriak: 'Keluar! Keluar!' dengan jari menunjuk langsung ke Gedung DPRD," tulisnya. "Polisi mulai mengencangkan sabuk. Ada anak BEM bilang: 'situasi udah nggak kondusif iki rek!'"
Polisi lantas menyiagakan pertahanannya, termasuk gas tembakan air mata. Selang beberapa menit kemudian, massa membalas dengan ikut melakukan aksi pembakaran.
"Gas air mata sudah diturunkan! Stay safe, Rek!" cuit pemilik akun. "Mulai ada yang bakar-bakar sampah juga," imbuhnya, selang sembilan menit kemudian.
Sedangkan kabar terbaru yang dibagikan menjelaskan bahwa beberapa provokator mulai ditangkap polisi. Provokator ini diduga terlibat aktif dalam aksi pelemparan dan mendorong pagar berduri.
"Situasi keruh, nggak kondusif," tulisnya pada Kamis (26/9) pukul 15.39 WIB. "Beberapa provokator ditangkap menyusul aksi pelemparan dan dorong-dorong pagar berduri."
(wk/elva)