Citilink Resmi Gugat Sriwijaya Air Buntut Kisruh Kerja Sama Manajemen
Nasional
Sriwijaya Air vs Garuda Indonesia

Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, sidang pertama gugatan tersebut dijadwalkan digelar pada Kamis 17 Oktober 2019 mendatang.

WowKeren - Sengketa kerja sama manajemen (KSM) antara PT Garuda Indonesia dengan PT Sriwijaya Air Group masih berlanjut. Anak usaha Garuda Indonesia, yakni maskapai penerbangan Citilink Indonesia, kini menggugat Sriwijaya Air atas dugaan wanprestasi.

Hal tersebut telah dibenarkan oleh VP Corporate Secretary Citilink Indonesia, Resty Kusandarina. "Iya, benar. Silakan dicek langsung di situsnya," tutur Resty dilansir CNN Indonesia pada Sabtu (28/9).


Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, sidang pertama gugatan tersebut dijadwalkan digelar pada Kamis 17 Oktober 2019 mendatang. Gugatan tersebut telah diajukan Citilink ke PN Jakarta Pusat dengan Nomor Perkara 582/Pdt.G/2019/PN Jkt.Pst pada Rabu (25/9).

Dalam gugatan tersebut, pihak Citilink memohon agar PN Jakpus menyatakan bahwa Sriwijaya Air dan NAM Air selaku tergugat telah melakukan wanprestasi atas perjanjian kerja sama yang telah disepakati sebelumnya. Diketahui, KSM antara kedua perusahaan tersebut terjalin sejak 19 November 2018 lalu.

Sebelumnya, Garuda Indonesia Group memutuskan untuk mencabut logo "Garuda Indonesia" pada armada Sriwijaya Air. VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menyatakan bahwa langkah itu diperlukan untuk menjaga konsistensi layanan Garuda Indonesia. Menurutnya, layanan yang diberikan oleh Sriwijaya Air tidak sejalan dengan standard yang ditentukan oleh Garuda Indonesia.

"Pencabutan logo Garuda Indonesia pada armada Sriwijaya Air tersebut merupakan upaya dalam menjaga brand Garuda Indonesia Group," kata Ikhsan melalui keterangan resminya, Rabu (25/9). "Khususnya mempertimbangkan konsistensi layanan Sriwijaya Air Group yang tidak sejalan dengan standardisasi layanan Garuda Indonesia Group sejak adanya dispute (sengketa) KSM tersebut."

Di sisi lain, KSM ini awalnya merupakan tindak lanjut dari upaya perbaikan kinerja keuangan Sriwijaya Air Group. Diketahui, perusahaan tersebut menanggung utang kepada sejumlah BUMN, di antaranya adalah anak perusahaan Garuda PT GMF AeroAsia, PT Pertamina (Persero), dan PT Angkasa Pura I dan II.

You can share this post!

Related Posts