Amankan Pelantikan MPR-DPR, TNI Kerahkan 6.000 Personel Hingga Siapkan Helikopter
Nasional

Tak hanya di sekitar Kompleks Parlemen, para personel keamanan tersebut juga dikerahkan ke Istana Negara dan sejumlah pusat-pusat perekonomian. Hal itu untuk memastikan jalannya pelantikan.

WowKeren - Pelantikan anggota MPR/DPR akan digelar besok, Selasa (1/10). Untuk itu, polisi telah menyiapkan ribuan personel untuk mengamankan jalannya acara tersebut.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa pihaknya akan memperkuat keamanan. Selain di kawasan kompleks parlemen, namun pengamanan juga dilakukan di Istana Negara dan pusat-pusat perekonomian.

"Untuk pam gedung DPR MPR besok perimeter kita perlebar, pasukan kita pertebal," kata Hadi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (30/9). "Titik-titiknya masih sesuai yang kita rencanakan, tapi tidak masuk ke dalam tapi kita tarik ke luar."

Ada sejumlah titik yang menjadi fokus pengamanan TNI. Mulai dari Flyover Ladokgi Senayan, pintu utama dan pintu belakang gedung DPR, perempatan Slipi, hingga sekitar Palmerah. Jika sebelumnya polisi menerjunkan 3 ribu pasukan, kali ini jumlahnya diperbanyak dua kali lipat.

"Kita perkuat. Kemarin 3 ribu, saat ini kita kerahkan 6 ribu," tutur Hadi. "Untuk mempertebal di gedung DPR, MPR, menjaga Istana, sentra ekonomi di Glodok Jembatan 3, Jembatan 5 kita jaga supaya rakyat semua aman."


Tak hanya pasukan, Hadi menuturkan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan helikopter di kompleks parlemen. Hal itu diperlukan untuk mendukung keamanan dan kelancaran.

"Untuk skenario kita siapkan helikopter," lanjut Hadi. "Apabila dibutuhkan untuk masuk gedung DPR, MPR, Insyaallah semua bisa aman dan lancar."

Pelantikan anggota MPR/DPR akan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Sebelumnya para calon anggota telah mengikuti pembekalan Empat Pilar yang diselenggarakan MPR.

Sementara itu, agenda hari ini adalah rapat paripurna DPR yang merupakan penutupan masa persidangan dan masa bakti anggota DPR. Sebelumnya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan bahwa tidak akan ada pengesahan RUU dalam rapat tersebut.

Meski demikian, mahasiswa tetap akan turun ke jalan untuk mengawal jalannya rapat tersebut. Sebab, mereka telanjur kecewa dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang hanya menunda pengesahan sejumlah RUU kontroversial.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait