Sayembara Desain Ibu Kota Resmi Digelar Hari Ini, Anak Muda Jadi Jurinya
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

Periode pendaftaran akan dibuka mulai hari ini, Rabu (2/10) hingga 11 Oktober. Lalu kemudian dilanjutkan dengan proses pelaksanaan yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

WowKeren - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar sayembara desain ibu kota negara baru. Sayembara tersebut akan digelar secara resmi pada hari ini, Rabu (2/10).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa desain ibu kota baru nantinya akan berkonsep smart city dan forest city. Menariknya, para juri akan diambil dari kalangan pemuda.


"Nanti jurinya anak muda," kata Basuki di Jakarta, Selasa (1/10). "Karena ini kota untuk anak muda ke depan, kami the old fashioned ini enggak gampang saya harus tahu betul maunya anak muda ke depan."

Pendaftaran sayembara akan dimulai hari ini sampai 11 Oktober mendatang. Lalu setelah itu akan dilanjutkan dengan proses pelaksanaan. Proses pelaksanaan ini akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan, yakni 11 Oktober hingga 22 Desember.

Selanjutnya, pengumuman pemenang akan dilakukan pada 23 Desember. "Dikasih waktu sampai jadwalnya Desember. Akhir Desember masuk, terus dinilai, terus kita umumkan juaranya," terang Basuki.

Ke depan, Basuki ingin agar ibu kota baru tersebut menjadi tempat yang nyaman sehingga top talent bersedia tinggal di sana. Sebab selama ini, Indonesia masih kalah dengan Singapura.

"Indikator gampangnya gitu. Tidak hanya top talent Indonesia, kita ingin top talent dunia mau tinggal di situ," lanjut Basuki. "Sekarang ini di ASEAN, orang tinggalnya di Singapura, enggak di Jakarta. Kita ingin top talent itu tinggal di Indonesia, di ibu kota itu."

Di ibu kota baru itu nantinya, pemerintah akan memfokuskan untuk pengembangan transportasi massal. Sementara terkait kebutuhan akan pusat perbelanjaan, hal itu juga harus terjawab dalam desain.

Sebelumnya, Basuki menyatakan bahwa di ibu kota baru nantinya tidak akan ada mal atau pusat perbelanjaan. Sebab hal itu untuk mengikuti selera dan kebutuhan para generasi milenial yang semakin mengedepankan teknologi dalam memenuhi kebutuhan.

"Sekarang mall sudah pada tutup misalnya," lanjut Basuki. "Karena dengan adanya teknologi itu sudah enggak perlu. Nah ini kotanya harus didesain seperti itu."

You can share this post!

Related Posts