Minim Biaya Produksi Jadi Alasan ‘Brownis’ Dan Program Serupa Terus Eksis Di TV?
Instagram/brownis_ttv
TV

Stasiun televisi tampak semakin sering menyajikan program acara yang bermuatan soal gosip dan kontroversi kehidupan artis. Lantas pengamat media menjabarkan penyebab ini.

WowKeren - Akhir-akhir ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terlihat banyak memberikan surat teguran kepada beberapa program acara televisi. pada awal Oktober KPI memberikan teguran pada program “Hotman Paris Show” di INews TV lantaran menampilkan aksi Nikita Mirzani labrak Elza Syarief.

Kemudian menyusul programPagi Pagi Pasti Happy” yang menampilkan muatan perseteruan antara Vicky Prasetyo dengan Angel Lelga serta beberapa artis lainnya. Dan yang baru-baru ini, “Brownis” Trans TV kembali mendapatkan teguran oleh KPI lantaran menampilkan goyangan Duo Semangka hingga ulasan cerita Dewi Sanca soal kehamilannya.


Yang mana ketiga program tersebut akhirnya diberikan sanksi untuk pemberhentian sementara penayangannya. Dengan ini KPI berharap stasiun televisi dapat lebih bijak lagi dalam menghadirkan konten di program acaranya.

Namun mengapa meskipun sering mendapatkan teguran program dengan gosip seputar kehidupan hingga kontroversi perilaku artis semakin marak di televisi Indonesia? Pengamat Media dari Universitas Indonesia (UI) Amelia Hezkasari Day, menilai, jika masyarakat masih menggemari konten seperti itu, maka program yang menyuguhkan gosip dan kontroversi akan tetap ada.

“Kalau (acara) yang gosipin orang, kontroversi, kepo, itu (digemari) ya tetap diproduksi,” ujar Amelia saat dilansir dari Kompas.com, Selasa (8/9). “Selama orang masih penasaran sama hidup orang lain, ya masih diproduksi.”

Selain karena masyarakat masih menyukai tayangan seperti ini, bagi stasiun televisi produksi program siaran dengan kemasan seperti ini juga tidak mengeluarkan dana produksi yang besar. Alasannya, program seperti ini biasanya diproduksi sendiri oleh stasiun televisi.

Demikian pula untuk mempersiapkan kontennya, yang hanya perlu menayangkan perbincangan ringan antar presenter dan bintang tamu. Kendati demikian, hal ini dapat menekan dan meminimalisir biaya produksi sebuah program acara.

“Namanya produksi. Kan biaya produksi seminim mungkin tapi menghasilkan hasil yang tinggi,” kata Amelia. Sebelumnya Amelia juga sempat memaparkan kemungkinan alasan teguran KPI tak membuat jera stasiun televisi. Sehingga tak heran apabila program gosip dan kontroversi artis semakin marak di televisi.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts