Warga Keluhkan Kabut Asap Pagi Ini Terparah Hingga #SavePalembang Puncaki Trending Topic
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, memang semakin parah dalam sepekan terakhir karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten.

WowKeren - Kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, kembali dikeluhkan oleh warga. Bahkan, sejumlah warga mengeluh bahwa kondisi kabut asap pada Senin (14/10) pagi ini merupakan yang terparah dalam periode kemarau tahun 2019.

Seorang warga Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, bernama Amelia mengaku terkejut kala keluar rumah hendak mengantar anaknya sekolah pada pukul 06.30 WIB. Amelia mendapati kabut asap yang sedemikian pekat hingga jarak pandang hanya 10 meter.


"Saya terkejut karena gelap ini," ujar Amelia dilansir Antara. "Kemarin-kemarin ada kabut asap, tapi tidak separah hari ini."

Hal senada juga diungkapkan oleh seorang warga bernama Tina. Wanita yang berprofesi sebagai guru senam di sebuah tempat kebugaran tersebut mengeluh bahwa kondisi kabut asap hari ini merupakan yang terparah.

"Saya selalu keluar rumah pukul 06.00 WIB karena ada jadwal senam, sempat terkejut juga karena jarak pandang hanya 10 meter," jelas Tina. "Sangat terasa, apalagi saya pakai sepeda motor."

Parahnya kondisi kabut asap Palembang ini membuat warganet menggaungkan tagar #SavePalembang di media sosial. Tagar tersebut bahkan memuncaki trending topic Indonesia pada Senin (14/10) pagi.

Trending Topic

Twitter

"Palembang gak sesuai map, palembang pindah di atas awan #KabutAsap #savepalembang," komentar akun @Pu***da. "Tadi mau brgkt kuliah brg bapak, MasyaAllah pekat bgt asap, sampe jalan g keliatan lagi. #palembangdikepungasap #savepalembang," timpal akun @Ta***M2. "Karhutla Palembang pagi ini. Bikin sesak nafas Semua ruangan rumah udah bau asap #karhutlapalembang #savepalembang," tambah akun @Su***r1.

Di sisi lain, kabut asap di Kota Palembang memang semakin parah dalam sepekan terakhir karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Provinsi Sumsel, Ansori, titik panas terpantau paling banyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

"Kami selalu lakukan waterbombing (pemadaman dari udara), setiap hari mengerahkan lima unit helikopter," jelas Ansori. "Kebakaran di OKI ini memang sulit dipadamkan karena terjadi di kawasan gambut, dan akses darat yang terbatas. Belum lagi jika terbakar asapnya mengarah ke Palembang."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts