Baru Dilantik, Jokowi Bakal Pangkas Besar-Besaran Jabatan Eselon
Twitter/jokowi
Nasional
Jokowi Pangkas Pejabat Eselon

Hal tersebut dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam rangka untuk menyederhanakan birokrasi di Indonesia yang menurutnya masih rumit sehingga berdampak pada kondisi investasi.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi rupanya akan segera menindaklanjuti rencana pemerintah untuk menyederhanakan birokrasi. Hal itu akan dilakukan dengan memangkas jumlah eselon.

Menurut Jokowi, jumlah eselon di baik lembaga maupun kementerian terlalu banyak. Ia berencana untuk menyederhanakannya dari empat ke dua saja.

"Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan?" kata Jokowi dalam pidatonya usai dilantik pada Minggu (20/10). "Saya minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi."

Penyederhanaan birokrasi perlu dilakukan secara besar-besaran untuk mendukung iklim investasi di Indonesia. Dengan begitu, diharapkan penciptaan lapangan kerja juga akan meningkat. Ia pun menegaskan tak akan segan untuk memecat pejabat atau birokrat yang tidak serius dalam bekerja.


"Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus kita pangkas," imbuh mantan Wali Kota Surakarta itu. "Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot."

Sementara itu, Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai bahwa rencana ini kurang efektif. Sebab menurutnya, birokrasi pemerintah memang agak rumit sehingga diperlukan waktu yang tak sedikit untuk bisa memangkasnya satu per satu.

"ASN itu ada peraturan-peraturannya. Untuk pengaturannya ada di tangan Menpan RB, BKN dan lain sebagainya," jelas Agus dilansir dari Detik, Senin (21/10). "Birokrasi di pemerintahan itu rumit. Untuk bisa mengurai itu perlu waktu dan energi."

Ia pun kemudian menceritakan pengalamannya ketika ikut mendampingi salah satu menteri yang digabung kementeriannya. "3 tahun itu kita konsentrasi jungkir balik untuk ngatur siapa duduk di situ, ngapain tugasnya apa. Sisa satu tahun lebih itu nggak efektif membereskan sektoral yang harus dibereskan," tegasnya.

Sebaliknya, ia mengingatkan Jokowi untuk berfokus pada pelaksanaan aturan daripada memangkas jabatan eselon. "Ngapain lah beresin itu, kalau birokrasi, sudah dicut saja. Kan aturan yang ada sudah bagus tapi tidak pernah dilaksanakan," imbuhnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts