Susi Pudjiastuti tidak lagi terpilih untuk menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Indonesia Maju. Sosok Waketum Gerindra Edhy Prabowo lah yang kemudian dipilih untuk mengisi pos tersebut.
- Elvariza Opita
- Rabu, 23 Oktober 2019 - 17:26 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan nama-nama menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju. Kabinet itulah yang nantinya akan mendampingi kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin selama lima tahun ke depan.
Namun ada yang membuat geger publik dalam susunan kabinet tersebut. Pasalnya sosok mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti justru tak dipilih kembali oleh Presiden Jokowi. Sebagai penggantinya, Jokowi menunjuk Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo sebagai "pengganti" Susi untuk lima tahun ke depan.
Pelantikan menteri baru pun digelar hari ini (23/10). Tak hanya itu, proses serah terima jabatan antara Susi dan Edhy juga diselenggarakan pada hari yang sama.
Suasana haru pun tak terelakkan dalam sertijab hari ini. Kendati Susi dikenal sebagai sosok yang tangguh dan berani ambil risiko, rupanya suasana sedu sedan yang kentara selama proses sertijab "menggoyahkan" hati Susi. Terbukti dari sang mantan menteri yang tertangkap kamera meneteskan air mata.
Peristiwa ini terjadi ketika Sekretaris Jenderal Kementerian KP, Nilanto Perbowo, membacakan puisi dari sebuah karikatur. Karya dengan gambar laut, ikan, dan wajah Susi itu memang merupakan kenang-kenangan dari para warga KKP untuk sang "penguasa lautan".
Sontak seluruh hadirin pun menguatkan Susi dan meminta agar ia tak menangis. Susi pun segera menguasai diri dan acara kembali berjalan normal.
Dalam sambutannya, Susi mengaku senang lantaran yang akan menggantikannya adalah sosok yang dikenalnya. Ia pun meyakini Edhy sudah tahu persis perjuangan dan persoalan yang dihadapi oleh KKP.
"Perubahan adalah hal yang biasa. Tapi saya senang yang masuk ke KKP bukan orang asing," ujar Susi di Gedung Mina Bahari III, Jakarta. "Dia (Edhy) adalah orang yang biasa saya ketemu beberapa bulan sekali. Kadang minum kopi bareng."
Ia pun menegaskan bahwa Edhy merupakan figur yang mampu membawa KKP ke arah yang lebih baik. Sehingga kekhawatiran soal laut yang tidak sejahtera dan berdaulat hilang. Susi percaya laut akan terus berdaulat, berkelanjutan, dan sejahtera.
"Kekhawatiran saya hilang. Pak Edhy bukan orang lain. Dari Sekjen, Dirjen, sampai Eselon III juga kenal semua," pungkasnya. "KKP ini adalah my passion in the last five years. Cinta saya, kerja keras saya, semua akan dilanjutkan Pak Edhy."
(wk/elva)