Aliansi mahasiswa dan kaum buruh kembali menggelar demonstrasi pada hari ini (28/10). Dalam kesempatan itu, mereka kompak menyuarakan protes terhadap sejumlah kebijakan, seperti UU KPK, RUU Ketenagakerjaan, dan masalah karhutla.
- Elvariza Opita
- Senin, 28 Oktober 2019 - 15:50 WIB
WowKeren - Aliansi mahasiswa kembali turun ke jalan demi menyuarakan aspirasi mereka. Sedianya para mahasiswa ini akan menggelar demonstrasi pada Senin (28/10) siang. Alhasil Polda Metro Jaya pun menerjunkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan situasi.
Informasi terbaru menyebut massa peserta demonstrasi dilaporkan telah bergerak. Dilansir dari Detik News, massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bergerak (Ampera) mulai berdemonstrasi di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aliansi ini sendiri merupakan gabungan dari mahasiswa Universitas Nasional, Front Mahasiswa Nasional (FMN), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Dalam kesempatan tersebut, massa terpantau membawa Bendera Indonesia serta spanduk kritik. Isu dan kritik yang mereka sampaikan secara spesifik disampaikan untuk Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin.
Mereka pun secara khusus menyoroti perihal isu pertanian di Indonesia. "Segera akhiri asap dan selamatkan korban. Akhiri produksi pertanian monopoli terbelakang berorientasi ekspor," demikian isi spanduk yang dibentangkan oleh massa aksi.
Aksi ini sendiri digelar demi menyampaikan sembilan tuntutan, dengan empat di antaranya terkait dengan isu pertanian dan pertanahan. Selain itu, peserta aksi juga menyoroti perihal urusan ketenagakerjaan, UU KPK, dan hak-hak demokrasi untuk masyarakat Papua.
Tak hanya mahasiswa, massa dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) juga diketahui telah melakukan long march menuju Istana Negara. Tak ayal massa yang kompak mengenakan pakaian berwarna merah itu pun menyebabkan lalu lintas di Jalan MH Thamrin macet parah.
Namun ada yang menarik dalam pelaksanaan demo ini. Pasalnya massa demonstran terpantau meletakkan replika ubur-ubur di tengah jalan. Namun tak diketahui apa makna dari aksi tersebut.
Para buruh ini pun menyuarakan sejumlah tuntutan, tentu termasuk di antaranya terkait dengan ketenagakerjaan serta sistem kontrak dan outsourcing. Selain itu, massa pun menyuarakan kritikan keras terkait UU KPK, RKUHP , dan sejumlah RUU lain yang dinilai kontroversial.
Di sisi lain, aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) pun telah buka suara perihal agenda ini. Koordinator BEM SI, Nurdiansyah, mengaku tak terkait dengan recana aksi tersebut. "Dari Aliansi BEM SI tidak ada (rencana demo di Istana)," ungkap Nurdiansyah, tegas, Senin (28/10).
(wk/elva)