Larangan Cadar Jadi Polemik, Menag Fachrul Akui Sengaja Lempar Isu Terkait
Nasional
Larangan Cadar PNS

Wacana larangan pemakaian cadar dan celana cingkrang di kalangan PNS menjadi polemik tersendiri. Belakangan terungkap bahwa Menag Fachrul sengaja melemparkan isu terkait dengan alasan berikut ini.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan Indonesia dibuat heboh dengan wacana larangan pemakaian cadar atau niqab dan celana cingkrang. Hal ini menjadi pembicaraan panas karena dianggap merambah privasi seseorang, apalagi karena masih berkaitan erat dengan isu radikalisme yang juga ramai beberapa waktu belakangan.

Adalah Menteri Agama Fachrul Razi yang pertama kali melempar isu tersebut ke publik. Walau demikian, Fachrul sudah mengonfirmasi bahwa ia tidak melarang pemakaian cadar tetapi sekadar mengingatkan bahwa penggunaan jenis pakaian tersebut tidak ada landasan agamanya.


Kekinian, fakta baru kembali disampaikan oleh Fachrul. Rupanya sang purnawirawan Jenderal TNI AD sengaja melemparkan isu tersebut. Ia sengaja melempar agar menjadi gaung sebelum peraturan resmi ditetapkan.

Menurutnya dengan melemparkan isu terlebih dahulu, maka publik nantinya tak akan terkejut bila peraturan terkait jadi ditetapkan. Namun ia meminta maaf lantaran isu yang dilemparkannya justru menjadi polemik berkepanjangan.

Lebih lanjut, Fachrul pun menyebut aturan berpakaian di kalangan pegawai instansi pemerintah, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah ditetapkan. Oleh karena itu, ia hanya bermaksud untuk kembali mengingatkan perihal peraturan tersebut alih-alih memancing kegaduhan di masyarakat.

"Semua PNS kembali kepada aturan menggunakan (pakaian) sesuai dengan aturan PNS. (Jadi ketika aturan sudah ditetapkan), teman-teman bisa langsung membaca (dan menyadari bahwa) sudah digaungkan sebelumnya," kata Fachrul di The Sultan Hotel and Residence, Jalan Gatot Soebroto, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (5/11).

"Mungkin juga berkaitan dengan celana gantung atau kaitan dengan niqab apa cadar dan sebagainya," imbuhnya. "Gaungnya sudah duluan kita buat, sehingga pada saat muncul aturan mudah-mudahan orang tak terkejut lagi."

Kembali ia menegaskan bahwa pemakaian cadar tidak berkaitan dengan ketakwaan seseorang. Lebih lanjut, menurut Fachrul, pernyataan kontroversialnya ini dibuat sebagai pengingat awal. Namun ia meminta maaf apabila pernyataan tersebut justru menjadi polemik, terutama terkait isu radikalisme dan paham khilafah.

Secara tersirat, pernyataannya bak menegaskan bahwa kebijakan terkait larangan pemakaian cadar akan ditetapkan suatu saat nanti. Namun demikian, Fachrul tak memberi keterangan detail terkait dugaan tersebut.

Dikonfirmasi secara terpisah, Fachrul justru menegaskan bahwa polemik tersebut sudah selesai. "Sudah selesai itu. Udah, udah, udah bolak-balik (ditanya soal) itu," ungkapnya di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Selasa (5/11).

You can share this post!

Related Posts
Loading...