Ketua DPRD DKI Minta Anies Segera Ungkap Data Anggaran Ke Publik
Nasional
Heboh Anggaran DKI Jakarta

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Anies Baswedan segera mengungkap data anggaran ke publik secara transparan agar tidak terus menimbulkan kehebohan.

WowKeren - Kejanggalan rencana anggaran DKI Jakarta 2020 yang bocor telah menggemparkan masyarakat karena dinilai sangat tidak masuk akal. Pada anggaran DKI tersebut dituliskan adanya pengadaan lem aibon senilai Rp82 miliar dan ballpoint senilai Rp124 miliar.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi lantas mendesak Gubernur Anies Baswedan untuk segera mengungkap data anggaran ke publik secara transparan agar tidak terus menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat. Prasetio meminta Anies untuk membuka dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.


Prasetio mengatakan wajar jika rencana anggaran DKI 2020 tersebut tidak bisa berlangsung dengan baik dan lancar. Pasalnya, Prasetio mengaku sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta saja hingga kini dirinya belum mendapatkan dokumen KUA-PPAS untuk APBD 2020.

"Di sini saya akan menyampaikan bahwa saya juga mendesak agar Gubernur membuka draf KUA-PPAS tahun 2020 seluruhnya," ujar Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Selasa (5/11). "Tapi bagaimana pembahasan anggaran ini bisa berlangsung baik kalau saya pun belum mendapat draf KUA-PPAS tahun 2020."

Ketua DPRD DKI Jakarta yang telah menjabat selama dua periode ini memastikan akan segera berkirim surat ke Anies untuk membuka dokumen itu sehingga dapat diakses publik. "Dalam waktu dekat saya akan kirimkan surat ke Gubernur agar dokumen tersebut dibuka agar kita bahas bersama dan sahkan sesuai dengan ketentuan," kata Prasetio.

Sebelumnya banyak pihak terutama internal DPRD DKI sudah meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar segera membuka dokumen KUA-PPAS. Hal ini lantaran dalam KUA-PPAS telah ditemukan sejumlah pengajuan anggaran yang janggal sehingga akan diselidiki lagi.

Sementara itu Anies menyatakan jika pihaknya belum akan membuka atau mengunggah rancangan KUA-PPAS 2020 DKI Jakarta pada situs web apbd.jakarta.go.id. "Justru karena ada masalah-masalah seperti ini yang menimbulkan keramaian. Padahal tidak akan dieksekusi," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta pada Rabu (30/10) lalu.

Anies berjanji akan mengunggah anggaran kegiatan Pemprov DKI saat pihaknya dan DPRD telah rampung membahas anggaran APBD 2020. Kini Anies mengaku akan lebih fokus untuk melakukan penyisiran dan koreksi secara internal dalam rencana anggaran tersebut sehingga data untuk sementara waktu ini tidak dapat diakses.

You can share this post!

Related Posts
Loading...