Pelaku Penyiraman Air Keras Belum Terungkap, Politikus PDIP Justru Polisikan Novel Baswedan
Nasional
Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menilai bahwa kasus kekerasan berupa penyiraman air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan hanyalah rekayasa.

WowKeren - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewi Tanjung melaporkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya. ia curiga bahwa kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel pada 2017 silam merupakan rekayasa.

Dewi menilai bahwa banyak kejanggalan dalam kasus Novel tersebut. Tak hanya rekaman CCTV, namun juga kondisi perban hingga bentuk luka yang dialami Novel.


"Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dia alami," kata Dewi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (6/11). "Dari rekaman CCTV, bentuk luka, perban."

Ia mempermasalahkan perban Novel yang dililitkan di bagian kepala dan hidung ketika dirawat di RS Mitra Keluarga, Jakarta Utara. "Kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitu kan," tegas Dewi.

Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan kondisi kulit Novel. Menurutnya, kulit Novel masih terbilang mulus meski telah disiram air keras. "Kesiram air panas aja itu pun akan cacat, apalagi air keras," tutur Dewi.

Tak hanya itu, ia juga menyoal reaksi Novel ketika tersiram air keras. Berdasarkan rekaman CCTV, Dewi menilai reaksi Novel tak terlihat seperti orang kesakitan. "Orang kalau sakit itu tersiram air panas (saja) reaksinya tidak berdiri, tapi akan terduduk jatuh terguling-guling," lanjut Dewi.

Ia menegaskan bahwa langkahnya untuk melaporkan Novel terlepas dari statusnya yang merupakan kader parpol. "Saya sebagai masyarakat saya berhak tahu fakta kebenaran itu benaran apa rekayasa. Apalagi dia didanai oleh negara. Rp 3,5 miliar itu nggak sedikit buat biaya kan," tegas Dewi.

Sementara itu, Novel sendiri menanggapi santai tudingan tersebut. Menurutnya, Dewi hanya sekedar mencari sensasi. "Pelapornya mau ngerjain polisi barangkali. Cari sensasi," kata Novel dilansir dari Tempo, Rabu (6/11).

You can share this post!

Related Posts
Loading...