Remaja Thailand Tewas Terserang Sroke Usai Bermain Game Sepanjang Malam, Begini Nasehat Sang Ayah
Dunia

Seorang remaja asal Thailand ditemukan meninggal akibat stroke setelah bermain game pertempuran di komputernya sepanjang malam. Ayah remaja tersebut pun memberikan nasihat kepada publik.

WowKeren - Game atau permainan di komputer maupun ponsel merupakan salah satu kegemaran remaja saat ini. Sayangnya, belakangan ini diketahui bahwa terlalu sering bermain game menyebabkan berbagai hal negatif, salah satunya yakni kecanduan.

Bahkan, baru-baru ini diketahui bahwa seorang remaja berusia 17 tahun bernama Piyawat Harikun di Thailand dilaporkan meninggal usai bermain game. Piyawat diketahui bermain game pertempuran di komputernya selama libur sekolah. Sayangnya, usai Piyawat puas bermain game di depan layar komputernya, ia meninggal.


Sang ayah yakni Jaranwit mengungkapkan bahwa dia menemukan anaknya itu tersungkur dari kursi komputer pada Senin (4/11) siang waktu setempat. Perwira angkatan udara itu pun berusaha membawa anaknya ke rumah sakit. Namun sayang, nyawa putranya itu tak tertolong.

Ketika ditemukan, Jaranwit menemukan setumpuk kotak makan di meja dan sebotol minuman bersoda di kakinya, dan headphone di atas komputer. "Saya memanggil namanya dan terus mengguncangnya sambil berkata 'bangun, bangun'. Tapi saya tahu, dia sudah meninggal," ratapnya.

Hasil otopsi tim medis pada jenazah remaja tersebut pun menyatakan bahwa Piyawat meninggal akibat stroke. Hal ini diduga terjadi karena ia bermain game sepanjang malam.

Jaranwit mengaku bahwa putranya itu adalah seorang yang pintar, namun memiliki masalah kecanduan game. "Anak saya pintar dan nilainya cukup baik di sekolah. Tapi dia mempunyai satu masalah. Yakni kecanduannya akan permainan komputer," jelasnya.

Dia sempat memperingatkan Piyawat supaya mengurangi kebiasannya. Namun, peringatan tersebut hanya dibalas dengan janji. "Tapi kini sudah terlambat," ujarnya.

"Saya ingin kematian putra saya menjadi contoh dan peringatan bagi orangtua yang anak-anaknya pecandu game," ungkapnya yang dilansir oleh Daily Express. "Mereka harus lebih ketat pada jam bermain anak-anak mereka, kalau tidak mereka bisa berakhir seperti anak saya."

Jenazah remaja itu dilaporkan akan dibawa dari rumah sakit ke kuil Buddha terdekat. Di sana, Jaranwit akan menggelar upacara pemakaman untuk anaknya tersebut.

You can share this post!

Related Posts
Loading...