Sejumlah Penerbangan Sriwijaya Air Dibatalkan, Penumpang Ricuh
Nasional
Sriwijaya Air vs Garuda Indonesia

Sejumlah penerbangan Sriwijaya Air mengalami pembatalan usai mereka kembali pecah kongsi dengan PT Garuda Indonesia. Pembatalan ini sontak saja membuat penumpang ricuh dengan petugas maskapai.

WowKeren - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan bahwa maskapai Sriwijaya Air bukan lagi bagian dari perusahaan mereka. Masalah ini akhirnya berdampak pada layanan operasional maskapai.

Pasalnya, sejumlah penerbangan Sriwijaya Air terpaksa dibatalkan. Salah satu penerbangan yang dibatalkan adalah rute Padang-Jakarta pukul 06.30 WIB.


Akibat dari pembatalan tersebut, sempat terjadi kericuhan yang terjadi antara penumpang dan petugas maskapai. Humas PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Internasional Minangkabau Fendrick Sondra menyebut pembatalan penerbangan dikarenakan PT Gapura Angkasa.

Karena Garuda selaku ground handling yang menangani operasional darat Sriwijaya Air sehingga pihaknya tidak bisa melakukan penanganan sesuai arahan manajemen Gapura Angkasa. "Akhirnya, penumpang dimediasi oleh Angkasa Pura II dan saat ini situasinya sudah kondusif," ujarnya dilansir Antara, Kamis (7/11).

Eksekutif General Manager Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Yos Suwagiyono telah melakukan koordinasi dengan Kepala Otoritas Bandara Wilayah VI Padang dan pimpinan Sriwijaya Air. Koordinasi yang dimaksudkan agar permasalahan ini dapat dicari solusinya.

Sehingga penumpang bisa segera diberangkatkan. "Sejumlah penumpang sudah diberangkatkan dengan maskapai lain," katanya. "Sebagian lain masih menunggu keberangkatan dengan Sriwijaya Air."

Menurut informasi yang dihimpun dari petugas konter Sriwijaya Air di bandara setempat, masih ada penumpang yang meminta kompensasi keterlambatan. Namun, ada kemungkinan terjadi pengalihan dengan melakukan penerbangan lain mengingat masih ada kursi yang tersedia untuk rute Padang-Jakarta.

Sebelumnya telah diberitakan jika Garuda dan Sriwijaya kembali mengalami pecah kongsi menurut pesan yang disampaikan oleh Direktur Pemeliharaan dan Layanan Garuda, Iwan Joeniarto. Iwan menyebutkan bahwa masalah tersebut muncul karena kedua belah pihak kembali menemui jalan buntu.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts