Terungkap, Ternyata Ini Alasan Desa 'Siluman' Wonorejo Di Kalimantan Tak Berpenghuni
Nasional
Polemik Desa Siluman

Desa Wonorejo di Kalimantan Selatan diketahui tidak berpenghuni dan dinyatakan sebagai desa fiktif. Ternyata, ada alasan di balik ketiadaan penghuni di desa tersebut.

WowKeren - Belakangan ini, keberadaan desa "siluman" atau desa fiktif menjadi perhatian publik. Pasalnya, meskipun tidak berpenghuni, desa tersebut disinyalir tetap menerima dana desa yang jumlahnya tidak sedikit.

Selain di Sulawesi Tenggara, baru-baru ini desa fiktif pun ditemukan di Kalimantan Selatan. Desa yang terletak di Kabupaten Balangan tersebut bernama Desa Wonorejo. Seluruh warga di desa tersebut dilaporkan telah pindah sehingga desa tersebut kosong sejak dua tahun terakhir.


Namun, kosongnya desa tersebut ternyata disebabkan karena para penduduk setempat telah menjual lahannya ke salah satu perusahaan tambang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan Zulkifli.

Zulkifli mengatakan bahwa penduduk Desa Wonorejo tergiur dengan besaran ganti rugi yang ditawarkan oleh pihak perusahaan tambang. Ia kemudian mengatakan bahwa apa yang terjadi di Desa Wonorejo bisa saja terjadi pada desa-desa lain di wilayah Kalimantan Selatan.

"Kan masyarakat diiming-imingi nih dapat duit instan dengan cara cepat," ujar Zulkifli yang dilansir Kompas pada Jumat (8/11). "Akhirnya satu per satu warganya pindah ke desa-desa yang lain."

Diketahui bahwa di Kalimantan Selatan memang terdapat banyak perusahaan tambang yang lahannya berseberangan dengan lahan milik warga. Oleh karena itu, tidak sedikit warga yang menjual tanah miliknya ke perusahaan tambang.

Ia kemudian menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengajukan penghapusan Desa Wonorejo ke pemerintah pusat. Namun, hingga kini pemerintah pusat melalui Kementerian Desa belum juga menghapus desa itu.

"Saya tidak mau menyalahkan pusat, kita tidak tahu apa alasannya belum dihapus," kata Zulkifli kepada wartawan. "Intinya sudah dua tahun lalu kami sodorkan ke pusat."

Akan tetapi, Zulkifli mengaku bahwa selama dua tahun tersebut, dana desa yang didapatkan Desa Wonorejo tidak dicairkan oleh Pemerintah Kabupaten Balangan dan dikembalikan ke pemerintah pusat. Jadi, tidak ada unsur korupsi di dalamya.

"Selama dua tahun berturut-turut aliran dana desa ada," ungkap Zulkifli. "Tapi ditolak dan tidak digunakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan. Malah dananya itu justru dikembalikan ke pusat."

You can share this post!

Related Posts