Kemenag Rombak Ratusan Buku Pelajaran Agama Untuk Cegah Radikalisme
Nasional

Perombakan ini dilakukan bagi seluruh buku pelajaran agama, mulai dari kelas I SD hingga kelas XII SMA. Penulisan ulang tersebut dilakukan untuk mencegah radikalisme.

WowKeren - Kementerian Agama (Kemenag) menulis ulang ratusan buku-buku pelajaran agama di Indonesia. Perombakan ini dilakukan bagi seluruh buku pelajaran agama, mulai dari kelas I SD hingga kelas XII SMA. Penulisan ulang tersebut dilakukan untuk mencegah radikalisme.

"Kita melakukan penulisan ulang buku-buku agama di Indonesia," tutur Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Komaruddin Amin, di Jakarta pada hari ini (11/11). "Sebagai salah satu instrumen, untuk menghalau potensi penetrasi radikalisme masuk di lembaga pendidikan kita."


Menurut Komaruddin, buku-buku pelajaran tersebut ditulis ulang supaya tidak ada konten yang disalahpahami. Selain itu, perombakan ulang juga dilakukan agar tidak ada konten yang dianggap tak sesuai dengan visi Indonesia dan visi beragama moderat.

"Di-review kembali potensi-potensi yang konten berpotensi disalahpahami, berpotensi ditafsirkan tidak sesuai visi Kemenag, visi Indonesia, misalnya dilakukan review," jelas Komaruddin. "Atau materi yang berpotensi ditafsirkan tidak sesuai dengan visi beragama moderat atau bertentangan dengan konstitusi, itu yang dilakukan review."

Komaruddin menjelaskan bahwa terdapat 155 buku yang tengah ditulis ulang. "Ada 155 buku yang sedang kita siapkan, dan Insya Allah akhir tahun ini sudah bisa di-launching oleh Menteri Agama (Fachrul Razi). Ya semua jenjang, dari kelas 1 sampai kelas 12," jelas Komaruddin.

Salah satu contoh kesalahan yang dirombak dalam buku pelajaran agama, tutur Komaruddin, terkait dengan khilafah. Komaruddin menilai bahwa pengertian khilafah dapat disalahpahami oleh murid atau guru apabila tidak dijelaskan dengan baik.

"Seperti tadi saya sampaikan bahwa khilafah itu kan bisa disalahpahami oleh anak-anak kita, oleh guru-guru kita, juga bisa salah paham kalau tidak dijelaskan secara baik," jelas Komaruddin. "Khilafah itu kan pernah ada dalam sejarah Islam sampai runtuhnya Turki Usmani kan, pada tahun 1923 ya. Sebelumnya, khilafah artinya pemerintahan global seluruh dunia, itu enggak mungkin sekarang negara bangsa itu seperti ini enggak mungkin dong masa pemerintahannya di Indonesia, meng-cover seluruh dunia, itu kan mustahil."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts