Plt. Kepala Biro Hubungan Kemasyarakatan (Humas) BKN Paryono meminta agar para peserta tidak main-main dalam mengunggah dokumen sebab hal itu akan berimbas pada kerugian diri sendiri.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 18 November 2019 - 11:01 WIB
WowKeren - Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tak pernah sepi pelamar. Situs pendaftaran seleksi CPNS yang digelar setiap tahun pun selalu diserbu oleh para pelamar.
Namun, Badan Kepegawaian Negara (BKN) justru menemukan mulai banyak pelamar CPNS abal-abal. Para pendaftar ini dianggap tidak bersungguh-sungguh ingin mendaftar maupun mengikuti seleksi.
Plt. Kepala Biro Hubungan Kemasyarakatan (Humas) BKN Paryono menjelaskan bahwa hal tersebut terlihat dari banyaknya pendaftar yang mengunggah dokumen persyaratan yang tidak sesuai. Seperti diketahui, setiap instansi mengharuskan para pendaftarnya untuk mengunggah dokumen sesuai persyaratan.
"Data Center SSCN merilis informasi mulai maraknya pemakaian NIP dan KK untuk pendaftar abal-abal alias tidak niat mendaftar," kata Paryono dilansir Detik, Senin (18/11). "Terbukti dengan banyaknya unggahan foto dan dokumen yang tidak dipersyaratkan instansi."
Padahal, dengan mengunggah dokumen yang tidak sesuai persyaratan, para pelamar tersebut justru berpotensi tidak lolos dalam seleksi administrasi. Oleh sebab itu, Paryono meminta agar pelamar benar-benar memperhatikan dokumen apa saja yang diminta oleh instansi dan mengunggahnya sesuai persyaratan.
Ia kemudian mengingatkan agar para pelamar tidak main-main dalam melakukan unggah dokumen. Sebab jika peserta tersebut lupa mengganti dengan data yang asli maka justru data yang salah itulah yang akan tersimpan dalam database SSCN. Jika sudah begini, peserta sendiri yang akan rugi.
Tak hanya itu, Paryono juga mengingatkan agar para peserta lebih berhati-hati dalam menyebarkan NIK dan KK melalui internet. Sebab, ia mengaku banyak menemukan peserta yang menyebarluaskan NIK dan KK mereka. "Tim Kedeputian Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN mendapati banyak sekali informasi NIK dan KK pelamar CPNS disebarluaskan di laman media sosial," imbuhnya.
Sebelumnya, keluhan terkait situs pendaftaran CPNS sempat dikeluhkan oleh publik. Banyak dari mereka yang mengaku tidak bisa mengakses situs tersebut. Masalah semacam ini bukan pertama kalinya terjadi sebab tahun lalu, tak sedikit pula publik yang mengeluhkan betapa sulitnya masuk ke situs pendaftaran tersebut.
(wk/zodi)