Warner Bros dan Sutradara Todd Phillips Negosiasi Soal Sekuel 'Joker'
Warner Bros. Pictures
Film

Keputusan pihak studio untuk melanjutkan kisah Arthur Fleck ini sama sekali tak mengejutkan. Pasalnya, 'Joker' sendiri telah menjadi film komik paling menguntungkan yang pernah dibuat, serta meraup lebih dari USD 1 miliar.

WowKeren - Antusiasme para penikmat film terhadap "Joker" memang tak perlu diragukan. Hal ini tampak jelas dari tingginya minat penonton menyaksikan film ini, bahkan tak segan memberikan apresiasi dan beragam pujian untuk proyek arahan Todd Phillips tersebut.

Meski dikemas dengan alur yang sangat rapi, namun tak bisa dipungkiri bahwa "Joker" juga meninggalkan rasa penasaran di benak penonton lantaran akhir cerita yang dibuat menggantung. Sejumlah pertanyaan pun muncul dan menjadi teka-teki baru yang membuat para penonton semakin tertarik untuk menantikan seri lanjutan dari film solo si badut psikopat ini.


Kini, tampaknya harapan penggemar soal hadirnya sekuel ini bakal terwujud. Dilansir The Hollywood Reporter pada Kamis (21/11), Todd Phillips sedang dalam pembicaraan dengan Warner Bros untuk kembali menjadi sutradara di sekuel film tersebut, yang juga akan mempertemukannya kembali dengan rekan penulis Scott Silver.

Sekuel ini kabarnya juga akan kembali menghadirkan Joaquin Phoenix, yang sebelumnya telah mengatakan bahwa dia terbuka untuk mengulangi peran Arthur Fleck. Namun hingga kini Warner Bros dan perwakilan untuk Phillips dilaporkan menolak untuk mengomentari berita ini.

Di sisi lain, sebelumnya Todd Phillips sendiri memang sempat menggoda penggemar dan membuka kemungkinan soal hadirnya sekuel "Joker". Dalam wawancara dengan Los Angeles Times, sang sutradara menyebut kalau ia bisa saja melanjutkan kisah sang Clown Prince of Crime dengan satu syarat, yakni tak hanya menampilkan kerusuhan yang diakibatkan oleh si badut psikopat tersebut.

"Film itu tidak mungkin nantinya hanya tentang aksi liar dan gila si Clown Prince of Crime," tutur Todd Phillips. "Karena menurutku itulah yang membuat film ini punya relevansi dengan apa yang terjadi di keadaan yang sebenarnya. Film ini adalah sebuah trigger maka ketika dirimu bisa merekam hal-hal yang ada secara nyata itu akan menarik."

Di sisi lain, tentunya keputusan pihak studio untuk melanjutkan kisah Arthur Fleck dalam sekuel "Joker" ini sama sekali tak mengejutkan. Pasalnya, "Joker" sendiri telah menjadi film komik paling menguntungkan yang pernah dibuat. Tak hanya itu, "Joker" juga merupakan satu-satunya film dengan rating R yang mampu meraup lebih dari USD 1 miliar di box office.

Prestasi ini tentunya sangat mengesankan mengingat "Joker" tidak dijadwalkan untuk ditayangkan di Tiongkok yang merupakan pasar yang sangat besar. Terlebih, film ini hanya digarap dengan biaya sebesar USD 62,5 juta saja, dan mampu menghasilkan USD 322,5 juta secara domestik serta USD 694 juta dari pemutaran global.

"Joker" pun menjadi film keempat DC yang melampaui pendapatan USD 1 miliar, mengikuti jejak "Aquaman" yang meraup USD 1,15 miliar pada 2018 lalu, kemudian "The Dark Knight Rises" yang mengumpulkan USD 1,08 miliar dan "The Dark Knight" dengan USD 1 miliar.

You can share this post!

Related Posts
Loading...