Presiden Jokowi menunjuk 7 stafsus dari kalangan milenial untuk mendampingi kinerja pemerintahannya. Termasuk di antaranya Creativepreneur Putri Tanjung dan CEO Ruangguru Belva Devara.
- Elvariza Opita
- Jumat, 22 November 2019 - 20:16 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo menunjuk tujuh orang lagi untuk melengkapi skuad pendamping pemerintahannya selama lima tahun ke depan. Menariknya, ketujuh staf khusus yang dipilih Jokowi itu merupakan kaum milenial.
"Saya ingin kenalkan Stafsus Presiden yang baru," tutur Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/11). "Tugas khusus mengembangkan inovasi di berbagai bidang. Jadi di sini anak-anak muda semua."
"Ketujuh anak muda ini jadi teman diskusi saya, mingguan, bulanan," imbuh sang mantan Gubernur DKI Jakarta. "Yang out of the box dan saya yakin dengan gagasan segar, kreatif, untuk bangun bangsa ini."
Kendati sosok milenial yang dipilihnya memang berprestasi dan memiliki kecakapan untuk menjadi stafsus, pemilihan ketujuh figur itu menjadi polemik tersendiri. Salah satu yang mengkritik adalah Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah.
Menanggapi pro dan kontra yang mengiringi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun menjelaskan alasan Jokowi menunjuk ketujuh stafsus tersebut. Menurutnya sosok stafsus merupakan jembatan antara Istana dengan masyarakat.
"Presiden ingin ada yang menjadi jembatan, bridging," tutur Moeldoko, Jumat (22/11). "Bridging antara Istana dengan publik, bridging antara senior dengan junior, bridging antara orang yang gagap teknologi dengan yang maju di pemikiran teknologi."
Mantan Panglima TNI itu menyebut, Jokowi tak ingin Istana menjadi menara gading alias berdiam diri saja. Harus ada sosok milenial yang memiliki pemikiran lebih maju dan berbeda dari generasi sebelumnya.
Moeldoko juga membantah penunjukan ketujuh stafsus milenial itu bukan membuat kinerja pemerintah menjadi tidak efisien. Ia justru yakin para stafsus itu akan berdampak positif dalam kinerja pemerintah.
"Sudah dihitung-lah ya, ada kalkulasi-kalkulasi," papar Moeldoko. "Jadi, di dalam cara menghitung efisien atau tidak, jangan mau berhemat seribu, tapi hasilnya sedikit. Tapi kita keluarkan dua ribu, hasilnya lebih banyak."
(wk/elva)