Jokowi Curhat Kena Macet di Jakarta Sampai Telat Hadiri Acara, Anies Baswedan 'Gercep' Cek Lokasi
Nasional

Presiden Jokowi telat menghadiri pertemuan tahunan Bank Indonesia di Hotel Raffles, Jakarta, pada Kamis (28/11) malam lantaran sempat terjebak macet selama 30 menit.

WowKeren - Presiden Joko Widodo sempat telat kala menghadiri pertemuan tahunan Bank Indonesia pada Kamis (28/11) malam. Rupanya, Jokowi terjebak kemacetan dalam perjalanan ke tempat pertemuan di Hotel Raffles, Jakarta.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut bahkan mengaku iring-iringannya sama sekali tak bergerak selama 30 menit. Jokowi lantas menyinggung bahwa hal tersebut merupakan salah satu alasan pemindahan Ibu Kota RI.

"Tadi ke sini macet, setengah jam berhenti, itulah kenapa Ibu Kota dipindah," ungkap Jokowi. "Dan karena alasan yang banyak lainnya."

Menanggapi curhatan Jokowi ini, Gubernur DKI Anies Baswedan pun angkat bicara. Ia mengaku belum mengetahui lokasi kemacetan yang menjebak Jokowi dan akan mengeceknya terlebih dahulu. "Nanti saya cek dulu ya, persis titiknya dimana," ujar Anies di Monas pada hari ini (29/11).

Anies menjelaskan bahwa terdapat beberapa lokasi yang sering menjadi titik kemacetan. Oleh sebab itu, ia tak mau berspekulasi soal penyebab kemacetan yang dialami oleh sang Presiden.


"Jadi insiden-insiden begitu sering terjadi tuh," terang Anies. "Ada 1-2 ruas jalan yang macet. Tapi saya cek dulu, baru saya kasih keterangan."

Di sisi lain, pembangunan trotoar sempat diisukan menjadi salah satu penyebab bertambahnya kemacetan di Jakarta. Anies sendiri telah menampik isu tersebut.

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut, yang membuat macet bukanlah keberadaan trotoar namun justru banyaknya kendaraan bermotor milik pribadi. Hal itu tak lepas dari fakta bahwa selama ini jalanan di ibu kota memang didesain untuk roda.

"Jakarta itu salah satu kota dengan pejalan kaki terendah di dunia. Saya lupa risetnya," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/11). "Teman-teman bisa cek. Kenapa? Ya karena bukan hanya masyarakatnya yang tidak berjalan kaki, pemerintahnya pun, kami membangun jalan untuk roda."

Untuk itu, ia ingin mendorong agar jumlah pejalan kaki semakin bertambah. Hal itu dapat diawali dengan membangun trotoar. "Kita tidak membangun jalan untuk kaki. Nah, sekarang kita bangun jalan untuk kaki, supaya warga lebih banyak berjalan kaki," lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts