Kabareskrim Baru Terpilih, Tim Advokasi Novel Baswedan Ragukan Hal Ini
Nasional
Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Kapolri Idham Aziz baru saja menunjuk Kepala Badan Reserse Kriminal Polri yang baru. Namun, Tim Advokasi Novel Baswedan ragu jika kasus Novel bisa terungkap jika belum dilakukan hal ini.

WowKeren - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis pada Jumat (6/12) telah memilih Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) baru, yakni Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo. Sebagai Kabareskrim, Listyo juga menjabat Ketua Tim Teknis Polri dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Akan tetapi, Tim advokasi Novel Baswedan menyangsikan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri yang baru itu mampu menuntaskan kasus tersebut. "Dugaan kami akan sama saja dengan pendahulunya. Masalahnya bukan pada kemampuan mengungkap atau tidak," kata anggota tim, Alghiffari Aqsa yang dilansir Tempo pada Sabtu (7/12).

Alghiffari Aqsa menduga kuat anggota Polri terlibat dalam penyiraman air keras penyidik KPK tadi. Karena itu, Mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta ini menilai jika polisi akan sulit menangani kasus Novel Baswedan.

Oleh karena itu, Alghiffari menilai jika jalan satu-satunya untuk mengungkap kasus Novel Baswedan adalah dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta. "Memang, (kami) tidak berharap banyak ke Kepolisian sebelum ada TGPF Independen," ungkapnya.


Tim TGPF dari Polri sendiri dibentuk pada pertengahan 2019 sebagai pelaksanaan rekomendasi tim gabungan bentukan Polri. Jokowi sempat memberikan waktu kepada tim hingga Desember 2019 untuk mengungkap kasus Novel Baswedan. Namun hingga sekarang, tim teknis belum mengumumkan hasil penyelidikan mereka.

Presiden Jokowi pun berjanji menjawab perkembangan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan setelah ia menerima laporan dari Idham Azis. Rencananya Jokowi memanggil Idham ke Istana pada Senin 9 Desember untuk membahasnya. "Nanti saya jawab setelah saya dapat laporan dari Kapolri. Senin akan saya undang Kapolri," kata Jokowi pada Jumat (6/12).

Di sisi lain, Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak agar Kapolri Idham Aziz segera dicopot dari jabatannya apabila tidak bisa menyelesaikan kasus Novel. Apalagi, selama itu pula kasus ini tak mendapat kejelasan, bahkan setelah berbagai tim teknis dibentuk demi mempercepat proses penyelidikan.

"Pada kenyataannya, tidak ada sama sekali perkembangan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi untuk mengungkap siapa aktor di balik penyerangan Novel Baswedan," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana. "Presiden Joko Widodo harus mencopot Idham Azis apabila tidak dapat menemukan aktor pelaku lapangan, aktor intelektual dan motif penyerangan."

(wk/aros)

You can share this post!

Related Posts