Dinkes DKI Sebut LGBT Jadi Tren Baru Penularan HIV/AIDS
Nasional

Tingkat penyebaran penyakit HIV/AIDS di Indonesia masih cukup tinggi. Namun, ada yang berubah, jika dulu tren penyebaran banyak melalui jarum suntik tak steril sekarang melalui tren penyuka sesama jenis.

WowKeren - Tingkat penyebaran HIV AIDS di Indonesia bisa dibilang masih cukup tinggi. Baru-baru ini Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti mengatakan terjadinya perubahan tren terkait peningkatan penularan penyakit mematikan yang masih belum diketahui obatnya tersebut.

Jika dulu penularan penyakit HIV/AIDS banyak terjadi akibat jarum suntik yang tidak steril, sekarang bergeser ke hubungan seks tidak aman antara kaum homoseksual. Meski begitu, Widyastuti mengaku belum mengetahui pasti persentase kenaikan tren tersebut.


Namun, ia melihat adanya peningkatan sejak dua tahun terakhir dan tak hanya terjadi di Jakarta yang merupakan Ibu Kota saja melainkan beberapa daerah lainnya. Internet merupakan salah satu akses yang mempermudah mengenai informasi pecinta sesama jenis.

"Kalau dulu kan sembunyi-sembunyi sekarang sudah mulai terbuka," ucapnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Minggu (8/12). Karenanya, ia menyebutkan pentingnya sertifikasi pernikahan.

Sebab bila salah satu pasangan terbukti, pihaknya akan memberikan pendampingan. "Kami juga sudah bekerja sama dengan LSM dan NGO," terangnya. "Sebagai tim pendamping bahkan yang membuka jalan ke kelompok-kelompok penderita HIV."

Sebelumnya, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X menuturkan bahwa berdasarkan rujukan data yang ada, Indonesia masuk ke dalam daftar tujuh negara dengan penanggulangan HIV AIDS terburuk di Asia. Jumlah penderita penyakit ini di Indonesia terus mengalami peningkatan. Ia menyebut bahwa hingga Januari 2019 jumlah kasus terlapor mencapai 326.281 HIV.

Terkait jumlah penderita AIDS di Pulau Jawa. Jika digambarkan dalam bentuk grafik, Pulau Jawa dikatakannya berada di zona merah. Namun untuk wilayah Yogyakarta, warna grafiknya masih kuning.

"Untuk wilayah DIY, warna (grafiknya) masih kuning," ujar Paku Alam. "Tapi sudah menjelang merah. Ini harus menjadi keprihatinan bersama."

You can share this post!

Related Posts