Jokowi Dicurigai Bentuk 'Geng Solo' di Polri, Moeldoko Buka Suara
Nasional

Kepala KSP Moeldoko angkat bicara soal tudingan Presiden Joko Widodo tengah membentuk 'geng Solo', alias polisi-polisi asal Surakarta yang ditempatkan di pucuk pimpinan Korps Bhayangkara.

WowKeren - Indonesia Police Watch (IPW) mengungkapkan kecurigaan mereka bahwa Presiden Joko Widodo tengah membangun "kroni"nya sendiri di Polri. Dugaan ini disampaikan menyusul terpilihnya eks Kapolda NTB, Irjen Pol Nana Sudjana, sebagai Kapolda Metro Jaya.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, menyoroti rekam jejak Nana yang dinilainya tidak cukup mentereng untuk ditunjuk menjadi Kapolda Metro Jaya. Sedangkan di sisi lain, Neta sebelumnya juga sempat menjadi Kapolresta Solo, ketika Jokowi masih menjabat sebagai wali kota di sana.


"Prestasi Nana relatif biasa dan tidak ada yang menonjol," kata Neta, Sabtu (21/12). "Tampil Nana sebagai Kapolda Metro menunjukkan Jokowi semakin hendak menonjolkan 'geng Solo' di Polri."

Menanggapi tudingan "geng Solo" tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun angkat bicara. Purnawirawan Jenderal TNI AD itu membantah adanya upaya Jokowi membentuk geng di pucuk pimpinan kepolisian.

Menurut Moeldoko, tak mungkin ada pemimpin yang mempertaruhkan posisinya demi menempatkan seseorang di jabatan strategis. Ia tak menampik bahwa ada potensi sosok terpilih merupakan orang yang sudah dikenali. Namun ia memastikan prestasi figur tersebut telah teruji.

"Analognya seperti itulah kira-kira. Jadi, semua itu soal talent scouting bukan karena apa itu, political appointed bukan," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/12). "Tetapi sekali lagi orang-orang tidak mungkin sebuah jabatan sangat strategis itu dipertaruhkan sembarangan, enggak mungkin."

Moeldoko pun meyakini penempatan seseorang di jabatan strategis sudah melalui berbagai pertimbangan. Ada beberapa aspek yang dilirik, salah satunya loyalitas, baik kepada atasan, organisasi, maupun negara.

"Yang ketiga memiliki integritas, memiliki integritas yang baik. Jadi, tiga hal itu selalu menjadi perhatian menjadi pertimbangan bagi seorang pemimpin untuk memilih pembantunya," tutur Moeldoko, dikutip Liputan 6. "Enggak mungkin sebuah jabatan yang sangat penting dipertaruhkan dengan cara-cara mendapatkan seseorang yang tidak terbukti hebat di lapangan."

Selain Nana, ada beberapa petinggi kepolisian yang turut disoroti Neta. Seperti eks Kapolresta Solo, Brigjen Pol Ahmad Lutfi yang langsung meroket menjadi Wakapolda Jawa Tengah. Lalu ada pula Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang baru-baru ini ditunjuk untuk menjadi Kabareskrim. Sebelumnya Listyo pernah menjabat sebagai Kapolresta Solo dan ajudan Jokowi.

You can share this post!

Related Posts