Arthur Fleck Ternyata Bukan Joker yang Asli, Begini Kata Sutradara Todd Phillips
Film

Identitas Arthur Fleck sendiri memang masih dipertanyakan hingga sekarang. Banyak yang meragukan jika karakter tersebut bukanlah sosok Joker yang asli.

WowKeren - Meski dikemas dengan alur yang sangat rapi, namun tak bisa dipungkiri bahwa "Joker" juga meninggalkan rasa penasaran di benak penonton lantaran akhir cerita yang dibuat menggantung. Pasalnya ada beberapa bagian dalam film arahan Todd Phillips ini yang masih perlu dibahas lantaran membuat penonton penasaran sekaligus kebingungan.

Apalagi menilik premis gangguan kesehatan mental yang dialami oleh sang tokoh utama, Arthur Fleck (Joaquin Phoenix). Sehingga wajar sekali apabila para penonton masih cukup kesulitan mencerna alur ceritanya secara utuh.

Tak cuma itu, identitas Arthur Fleck sendiri masih dipertanyakan hingga sekarang. Banyak yang meragukan jika karakter tersebut bukanlah sosok Joker yang asli. Melainkan hanya merupakan seorang badut yang menginspirasi penjahat lain yang lebih jenius atau Joker musuh Batman yang sesungguhnya.

Apalagi selama ini karakter Joker tak pernah digambarkan secara jelas dalam versi komik. Bahkan dalam film "The Dark Knight" arahan Christopher Nolan yang dirilis pada tahun 2008 lalu, sosok Joker yang diperankan oleh mendiang Heath Ledger juga tak diketahui asal-usulnya hingga membuat komisaris Jim Gordon dan pihak kepolisian Gotham bingung bukan main.

Kini, Todd Phillips selaku sang sutradara justru membuka kemungkinan bahwa Arthur Fleck yang ditampilkan dalam film garapannya bukanlah sosok Joker yang asli. "Ada banyak cara untuk menonton film ini. Dia mungkin bukan Joker," tuturnya dalam "Joker: Vision & Fury", sebuah featurette behind the scene film "Joker".


"Ini hanya versi asal Joker. Hanya versi yang dikatakan orang, ini di ruangan di rumah sakit jiwa. Aku tidak tahu bahwa dia adalah narator yang paling dapat diandalkan di dunia, kalian mengerti yang aku katakan?" lanjutnya.

Joaquin Phoenix selaku pemeran Arthur Fleck sendiri juga tak segan memberikan petunjuk serupa. Joaquin bahkan menyebut kalau Joker dalam film yang ia bintangi ini adalah penggabungan dari banyak orang.

"Kalian mengambil Todd, dan Scott (co-writer), beberapa bagian diriku, Katherine Hepburn, dan Frank-N-Furter. Lalu menggabungkan semuanya, dan itu adalah Joker kami. Aku tidak berpikir bahwa ada di antara kita yang benar-benar tahu bahwa itu akan menjadi bahan, tapi itulah yang terjadi," tutur sang aktor.

Meski demikian, Joaquin juga tak melarang para penggemar untuk berspekulasi atau membuat teori soal karakter Arthur Fleck maupun Joker. Aktor 44 tahun itu bahkan menyebut kalau pertentangan dan teori-teori seperti ini justru membuat penggemar lebih bisa melihat film "Joker" dari berbagai sisi.

Sementara itu, "Joker" menjadi salah satu proyek terbaru Warner Bros yang terpisah dari franchise DC Extended Universe (DCEU) dan tidak mengadaptasi versi komiknya. Film ini mengisahkan sosok Arthur Fleck alias Joker dengan latar tahun 1980-an, dan berfokus pada kisah orisinal Joker serta asal-usulnya.

Meski menuai banyak kontroversi sepanjang pemutarannya, namun "Joker" berhasil menjadi film rating R pertama yang meraup USD 1 miliar secara global. Tak cuma itu, "Joker" juga menjadi film adaptasi komik dengan keuntungan terbesar sejauh ini.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts