Baru Surut, Anies Kini Ungkap Potensi Jakarta Terkena Banjir Rob
Twitter/aniesbaswedan
Nasional
Banjir Jakarta 2020

Banjir rob dan kiriman menjadi potensi bencana berikutnya yang diantisipasi oleh Pemprov DKI Jakarta. Bila 'kecolongan', dikhawatirkan kondisi Jakarta yang baru porak-poranda akibat banjir kembali bermasalah.

WowKeren - Banjir besar yang terjadi di DKI Jakarta dan daerah sekitarnya diketahui sudah mulai surut. Kendati di beberapa daerah masih terendam air, namun kekinian kondisi sudah mulai kondusif dan warga diimbau untuk kembali ke rumah alih-alih tetap di pengungsian.

Namun tampaknya "kedamaian" itu tak bisa berlangsung lama. Pasalnya baru-baru ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku mengantisipasi datangnya banjir kiriman dan rob ke Ibu Kota.


Hal ini seperti diungkap oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun demikian, Anies menjelaskan pihaknya sudah bersiap dengan langkah antisipasi, seperti berikut ini.

"Jadi semua alat yang kita miliki, kita siapkan semua personel yang kita miliki disiapkan," kata Anies di Jakarta, Senin (7/1). "Kemudian ditugaskan di tempat yang di situ memiliki resiko terjadi rob dan banjir."

Lebih lanjut, Anies memastikan pasukan dan alat akan ditempatkan di titik rawan. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi datangnya banjir, sehingga harapannya insiden sebesar kemarin tak lagi terulang.

"Sehingga ketika ada potensi banjir langsung bisa di respons awal terutama rob. Lalu kita nanti sampaikan lebih lengkap ada beberapa titik kita akan ada fokus khusus," jelas Anies, seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Kendati demikian, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tak merinci titik-titik yang diperkirakan menjadi pusat rawan banjir. Jumlah personel yang dikerahkan pun tidak diinformasikan secara detail. Ia hanya menyebut akan membagikan informasi tersebut di lain kesempatan.

Prediksi banjir rob ini memang disesuaikan dengan perkiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG memang memperkirakan pasang tertinggi di daerah pesisir Jakarta Utara bakal terjadi pada rentang 9-11 Januari 2020.

Bila tak diantisipasi, air pasang ini bisa mengakibatkan banjir rob, yang tentu berpotensi memperparah kondisi Jakarta saat ini. Apalagi banjir rob bukanlah hal yang tak lazim di daerah Jakarta Utara, seperti daerah Muara Karang yang sudah langganan mengalaminya.

"Jakarta Utara dan beberapa pesisir Jawa Tengah seperti Pekalongan, Tegal, Semarang dan Surabaya sering terkena banjir rob. Tapi tidak semua daerah saat pasang maksimum terjadi banjir rob," jelas Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts