Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir telah mengatakan jika nama calon bos PT Garuda Indonesia telah siap. Baru-baru ini santer kabar yang menyebutkan ada nama mantan Dirut PT INTI yang masuk ke dalam bursa tersebut.
- Nidya Putri
- Selasa, 14 Januari 2020 - 08:59 WIB
WowKeren - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir beberapa waktu lalu telah menyatakan telah mengantongi nama-nama calon bos baru PT Garuda Indonesia. Meski begitu Erick masih enggan untuk memberikan bocoran untuk publik.
Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) sendiri akan digelar pada 22 Januari 2020 mendatang. Agenda RUPSLB tersebut adalah untuk melakukan pergantian pengurus menindaklanjuti pencopotan direksi sebelumnya karena tersangkut skandal Harley Davidson dan sepeda Brompton.
Menjelang rapat tersebut digelar, santer kabar yang menyebutkan jika Mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI Irfan Setiaputra yang digadang-gadang bakal menjadi calon Direktur Utama perusahaan transportasi udara pelat merah tersebut.
Sayangnya, Irfan enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi. Menurutnya, hal tersebut masih terlalu dini untuk dibicarakan.
"No comment, no comment," ujar Irfan dilansir detikcom, Selasa (14/1). "Saya sudah ditanyai, saya bilang masih terlalu dini, belum bicara-bicara di situ jadi no comment dulu lah."
Meski begitu, Irfan tak menempis jika pernah bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir. "Kalau Pak Erick kan sering ketemu sebelumnya, tapi ngobrol-ngobrol tidak apa-apa, masih terlalu dini," ungkapnya.
Soal isi pertemuan, ia tak memberi keterangan secara gamblang. Ia hanya bicara tema pembicaraan secara umum. "Masih general," tutupnya.
Sebelumnya telah diketahui jika Erick Thohir enggan untuk membeberkan siapa saja yang akan menjadi calon pemimpin PT Garuda Indonesia tersebut dan meminta agar masyarakat bersabar. “Garuda Insya Allah hari ini direksinya sudah ada, (kalau) jajaran komisaris mungkin masih minggu depan," ujar Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (10/1) lalu. “Nanti saya ngomong dibilang melanggar, padahal mohon maaf kadang kita sebagai pemegang saham ingin pastikan figur yang diberikan adalah figur yang tepat."
(wk/nidy)