Eks Pengikut Keraton Agung Sejagat Ungkap Kaitan Dengan Sunda Empire
Nasional
Fenomena Kerajaan Fiktif

Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire menjadi kerajaan abal-abal yang belakangan ini membuat heboh. Eks pengikut pun membongkar hubungan antara dua hal menggemparkan tersebut.

WowKeren - Kerajaan fiktif menjadi bahasan panas di Indonesia selama beberapa waktu belakangan. Salah satu yang ramai dibicarakan adalah Keraton Agung Sejagat, yang belakangan ini justru terbukti melakukan penipuan.

Salah satu korban yang dimaksud adalah Setyo Eko Pratolo. Ia mengaku termakan bujuk rayu "Raja" Sinuhun Totok Santosa (42).


Kala itu Totok mengaku menjabat sebagai Dewan Wali Amanat Panitia Pembangunan Dunia Wilayah Nusantara di Jogjakarta Development Committee (DEC). Rupanya belakangan terungkap bahwa Jogja DEC, Sunda Empire, World Empire, dan Keraton Agung Sejagat terkait oleh benang merah.

Menurutnya Jogja EDC itulah yang nanti menjadi cikal bakal berdirinya Sunda Empire. "Berjalan satu tahun sampai 2016, itu perjalanan Jogja DEC itu menjadi adanya Sunda Empire di Bandung," tutur Eko.

Sunda Empire ini sendiri beberapa waktu belakangan menyita perhatian masyarakat karena mengaku memiliki tanah di NKRI. Bahkan mereka mendesak agar negara-negara melakukan daftar ulang.

Eko tak mengungkapkan apakah Jogja DEC bubar saat itu, namun komunitas itu sendiri mendapat penolakan dari masyarakat sekitar. Setahun setelah bertransformasi menjadi Sunda Empire, muncul pula World Empire di Jogja.

"Berjalan satu tahun, itu berubah ada lagi menjadi World Empire," imbuh Eko, dilansir dari Tribun News. "Jadi World Empire sama Sunda Empire kemungkinannya saya pahami itu sama."

Barulah dari World Empire itu muncul keinginan untuk membuat kerajaan. "Sampai 2018, berawal 14 Agustus 2018 itu ada semacam rencana akan mendirikan kerajaan. Waktu di Borobudur tanggal 14 Agustus 2018 itu ada doa bersama lintas budaya dan agama dan perdamaian dunia," terang Eko.

Dari situlah muncul Keraton Agung Sejagat yang belakangan menggegerkan warga. Eko sendiri mengaku sudah menghabiskan jutaan rupiah demi bergabung sebagai pengikut kerajaan abal-abal tersebut.

Tak hanya itu, Eko bahkan sampai harus berutang. Sayangnya gaji besar yang dijanjikan Totok tak kunjung diberikan, hingga akhirnya sang raja diciduk oleh kepolisian.

Perihal bergabungnya Totok di Sunda Empire sendiri pernah dibenarkan oleh petinggi komunitas tersebut. "Iya, Toto (Toto Santoso) pernah di Sunda Empire. Sudah keluar, (Toto Santoso) sudah dikeluarkan lama," jelas Petinggi Sunda Empire, Ki Ageng Rangga Sasana, Minggu (19/1).

You can share this post!

Related Posts