Heboh Dirjen Bimas Katolik Diisi Pejabat Beragama Islam, Wakil Menteri Agama Beri Penjelasan Ini
Nasional

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi menjawab warganet yang bertanya apakah tidak ada pejabat beragama Katolik yang mampu menjabat sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik.

WowKeren - Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama kini tengah ramai dibahas di media sosial. Warganet menyoroti Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bimas Katolik Kemenag yang diisi oleh HM Nur Cholis Setiawan yang tidak beragama Katolik.

Akun Twitter @PakatDayak membagikan foto capture artikel Kemenag bertajuk "Pengarahan Awal Tahun Plt. Dirjen Bimas Katolik". Dalam artikel tersebut, HM Nur Cholis Setiawan disebut menggantikan posisi H Muhammad Amin sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik.


"Apakah Katolik kekurangan org pintar sehingga yg menjadi Dirjen Bimas Katolik aja harus org luar dari Katolik? Cc @KatolikG," cuit akun @PakatDayak pada Sabtu (8/2). "Atau memang sdh keharusan di negeri ini jika minoritas harus dipimpin mayoritas? Apakah mungkin seorang Haji memimpin sebuah misa? #PecatMenteriAgama."

Dirjen Bimas Katolik

Twitter

Menanggapi sorotan warganet, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi memberikan penjelasan. Menurut Zainut, Nur Cholis menjabat sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik untuk sementara karena pejabat sebelumnya yang bernama Eusabius Binsasi telah memasuki usia pensiun.

"Benar, untuk sementara Dirjen Bimas Katolik, yang sebelumnya dijabat Eusabius Binsasi, karena memasuki usia pensiun sejak Juli 2019, maka diangkat pejabat pelaksana tugas Sekjen Prof Dr Nur Cholis sampai ada pejabat yang baru secara definitif," jelas Zainut dilansir detikcom pada Sabtu (8/2). "Sebelum Pak Nur Cholis bahkan pelaksana tugas dijabat oleh Dirjen Bimas Islam Prof Muhammadiyah Amin."

Lebih lanjut, Zainut menjelaskan bahwa fungsi Plt hanya bersifat administratif dan tidak boleh mengambil kebijakan-kebijakan yang bersifat strategis. Sehingga, tutur Zainut, tidak ada persoalan terkait hal ini.

Menanggapi warganet yang bertanya apakah tak ada sosok beragama Katolik yang mampu menjabat sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik, Zainut menyebut ada benturan dalam aturan. Nur Cholis sendiri, meski beragama Islam, disebut Zainut dapat menjalankan tugas sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik Kemenag dengan baik.

"Ada ketentuan pejabat pelaksana tugas itu harus dari tingkat eselon yang sama," pungkas Zainut. "Melaksanakan tugas-tugas administratif saja, tidak masuk urusan yang sifatnya peribadatan atau agama."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts