'Terowongan Silaturahmi' Disindir Toleransi Basa-Basi, Pihak Masjid Istiqlal Beri Respons Begini
Nasional

Sebelumnya, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengkritik bahwa yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini adalah bentuk toleransi secara nyata, bukan yang basa-basi.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah mengungkapkan rencana pembangunan "Terowongan Silaturahmi" yang akan menyambungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. Diketahui, posisi kedua rumah ibadah di Jakarta tersebut memang berhadapan langsung.

Sayangnya, rencana pembangunan terowongan ini menuai sejumlah kritik. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menilai bahwa yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini adalah bentuk toleransi secara nyata, bukan yang basa-basi.

Menanggapi sindiran "toleransi basa-basi" tersebut, pihak Masjid Istiqlal pun buka suara dan menjelaskan sejumlah manfaat terowongan tersebut. Wakil Ketua Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, menjelaskan bahwa adanya "Terowongan Silaturahmi" tersebut akan mempermudah jemaat yang hendak beribadah ke Gereja Katedral. Diketahui, lahan di Masjid Istiqlal memang kerap digunakan jemaat Gereja Katedral untuk parkir.

"Kalau ada terowongan itu kan nanti memudahkan, apalagi ada orang-orang yang beribadah," jelas Abu dilansir detikcom pada Selasa (11/2). "Enggak perlu lagi nyeberang jalan lagi, tahu sendiri banyak kendaraan, nyeberang aja susah coba. Kalau ada terowongan itu kan dimudahkan."


Menurut Abu, pembangunan terowongan tersebut lebih bermanfaat dibandingkan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), terutama terkait nilai estetika pemandangan. Abu menilai keberadaan JPO dapat merusak pemandangan, sedangkan terowongan dinilai tidak akan mengurangi keindahan panorama Masjid Istiqlal maupun Gereja Katedral.

Tak hanya itu, "Terowongan Silaturahmi" juga dinilai dapat dijadikan sebagai destinasi wisata. Hal ini pun diharapkan bisa menarik minat wisatawan asing maupun domestik untuk mengunjungi kedua rumah ibadah tersebut.

"Bukan cuma (wisatawan) asing ya yang domestik juga yang mengunjungi tempat ibadah ini karena sudah menjadi destinasi wisata," terang Abu. "Itu kan memudahkan, kalau saya melihatnya dari situ."

Abu sendiri memaklumi jika rencana pembangunan ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Namun, ia yakin ke depannya pembangunan terowongan tersebut dapat menjadi simbol toleransi kedua agama.

"Bagaimana terowongan ini sekarang mungkin orang berbeda pendapat antara perlu apa enggak," pungkas Abu. "Kalau kita lihat ke depan, anak cucu kita bisa membanggakan bahwasanya di Indonesia, khususnya Jakarta, bahwa simbol agama Islam, yakni Masjid Istiqlal dan Katedral itu bisa disatukan. Nah itu menurut pandangan kami ya."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait