Ada Anak-Anak ISIS Bakar Paspor, Pengamat Terorisme Beri Masukan Ini ke Pemerintah RI
Nasional
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan bahwa pemerintah masih dalam tahap pengkajian dan pertimbangan wacana pemulangan WNI eks ISIS, termasuk anak-anak.

WowKeren - Anak-anak ISIS, yang sebagian diduga berasal dari Indonesia, tercatat pernah melakukan pembakaran paspor. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah pemerintah masih perlu membahas rencana pemulangan WNI eks ISIS tersebut?

Pengamat terorisme Al Chaidar pun memberikan pendapatnya terkait isu ini. Menurut Chaidar, pemerintah masih perlu mengkaji rencana pemulangan WNI eks ISIS tersebut karena telah diamanahkan oleh konstitusi.


"Sangat perlu karena itu amanah undang-undang juga kan, di undang-undang itu menyatakan bahwa andaikata ada orang Indonesia yang di luar sana, ingin pulang dan minta proteksi dan sebagainya, itu harus dipulangkan," tutur Chaidar dilansir detikcom pada Selasa (11/2). "Dan banyak dari mereka yang menyatakan (ingin) pulang, itu kan banyak diusir juga dari kamp, dibakar kampnya."

Terkait aksi bakar paspor yang dilakukan oleh mantan ISIS pada 2016 lalu tersebut, Chaidar menilai hal itu hanyalah sebuah provokasi oleh segelintir orang saja. Oleh sebab itu, pemerintah dinilai tetap harus membahas rencana pemulangan tersebut.

"Jadi saya kira itu (bakar paspor) tidak merupakan pendapat ke semua orang, dari yang pernah ke Suriah sana," terang Chaidar. "Dan mereka itu harus dikembalikan karena mereka punya hak asasi manusia untuk kembali ke kampung halamanya."

Lebih lanjut, Chaidar menilai pemerintah juga perlu menyediakan upaya rehabilitasi kepada para WNI eks ISIS. Hal ini diperlukan untuk mencegah tersebarnya paham-paham radikal di Indonesia.

"Katakanlah apakah (program) dari Depsos, dari kepolisian, sebelumnya kan memang harus memantau mereka, memberikan kebutuhan-kebutuhan mereka karena mereka kan sudah menjual semua (harta benda) untuk ke sana," ujar Chaidar. "Tapi yang menjual itu hanya bapak atau ibunya saja, sementara anak-anaknya enggak."

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan bahwa pemerintah masih dalam tahap pengkajian dan pertimbangan wacana pemulangan WNI eks ISIS. Menurut Ma'ruf, pengkajian pemulangan WNI eks ISIS juga berlaku bagi anak-anak, senada dengan yang telah disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius beberapa waktu lalu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts