Ma'ruf Amin Soal Tak Pulangkan WNI Eks ISIS: Lebih Banyak Maslahat
Instagram
Nasional
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin menyatakan keputusan pemerintah untuk tidak memulangkan WNI eks ISIS sebagai keputusan benar lantaran lebih banyak manfaatnya.

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk tidak memulangkan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat bergabung dengan organisasi terorisme Internasional, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Seperti yang diketahui, wacana pemulangan WNI eks ISIS ini terus menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin mengatakan jika keputusan pemerintah yang tidak memulangkan 689 WNI eks ISIS sebagai keputusan benar lantaran dinilai lebih aman dan banyak manfaatnya ketimbang dipulangkan. "Jadi yang lebih aman dan maslahat kalau kita tak memulangkan mereka," kata Ma'ruf di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (13/2).


Menurut Ma'ruf, keputusan pemerintah tersebut semata-mata hanya ingin menjaga keselamatan masyarakat Indonesia. Pasalnya, kepulangan WNI eks ISIS tersebut dinilai dapat berpotensi untuk menanamkan paham-paham radikalisme dan terorisme pada masyarakat Tanah Air.

"Mengawal yang udah ada di sini saja sesuatu tak mudah," jelas mantan Rais Aam PBNU ini. "Melakukan radikalisasi yang sudah terpapar saja itu bukan sesuatu yang mudah."

Selain itu, Ma'ruf juga menilai hilangnya kewarganegaraan WNI eks ISIS tersebut akibat ulah mereka sendiri. WNI eks ISIS tersebut dinilai secara sadar bergabung dengan ISIS dan meninggalkan Indonesia serta nekat membakar paspor mereka.

"Status kewarganegaraan mereka itu sudah mereka sendiri yang sudah membuat mereka menjadi lepas dari kewarganegaraan. Dengan dia mengikuti yaitu masuk ke dalam kelompok ISIS, ikut bergabung secara militer ISIS," ujar Ma'ruf. "Oleh karena itu maka kita menganggap ya mereka sudah bukan lagi warga negara."

Oleh sebab itu, Ma'ruf menegaskan jika kebijakan pemerintah saat ini demi melakukan antisipasi agar paham-paham ISIS tidak sampai masuk ke Indonesia. Tidak hanya ISIS saja, Pemerintah Indonesia juga disebutkannya telah siap mengantisipasi jaringan terorisme dari dunia lainnya yang akan masuk ke Indonesia.

"Yang bekas bekas kombatan baik dari Filipina, maupun dari yang ada di Suriah," tegas Ma'ruf. "Maupun Afghanistan, ya kita tetap melakukan antisipasi."

Meski menolak WNI eks ISIS, namun Ma'ruf mengaku jika pemerintah masih membuka peluang untuk memulangkan anak-anak WNI eks ISIS yang masih masih di bawah umur 10 tahun ataupun yatim piatu ke Indonesia. "Untuk anak anak terutama khususnya ya anak yatim piatu dan di bawah 10 tahun masih kita pertimbangkan," kata Ma'ruf.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts