Dituduh Terlibat Skandal Asabri, Moeldoko Ancam Polisikan Haidar Alwi
Nasional

Kuasa hukum Moeldoko, Sirra Prayuna, menilai bahwa tudingan yang dialamatkan ke kliennya terkait kasus PT Asabri sama sekali tidak berdasar sehingga penulis harus meminta maaf.

WowKeren - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengecam pihak yang menuding dirinya terlibat dalam skandal kasus PT Asabri. Moeldoko menegaskan bahwa dirinya tak akan segan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

Kuasa hukum Moeldoko, Sirra Prayuna, menegaskan bahwa tudingan itu tidak bisa dianggap enteng. Ia menuntut agar Haidar Alwi mencabut tuduhannya dan meminta maaf. Hal itu merespons tajuk opini oleh Haidar Institute dalam sebuah situs berita yang menuding Moeldoko berperan dalam mega skandal PT Asabri (Persero).


"Ini tuduhan serius," kata Sirra di Jakarta, Rabu (12/2). "Klien kami tak segan membawa hal ini ke ranah hukum jika Haidar Alwi tak mencabut dan meminta maaf."

Sirra menegaskan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya itu sama sekali tidak berdasar. Opini yang disampaikan Haidar hanya berangkat dari asumsi belaka. Dengan kata lain, apa yang dilakukan Haidar dianggap sebagai upaya pencemaran nama baik.

"Sepengetahuan saya, kalau buat opini harus memenuhi kaidah yang benar dong," ujar Sirra. "Makanya membuat opini itu harus melalui riset untuk menguatkan argumentasi penulis."

Oleh sebab itu, pihak Moeldoko akan memberikan waktu 7x24 jam bagi Haidar untuk menyampaikan permohonan maaf serta memberikan klarifikasi opininya yang mana hal itu harus dimuat di 5 media cetak nasional. Jika tidak, maka kasus ini akan dilanjut ke ranah hukum. "Kami tunggu itikad baik saudara Haidar. Jika tidak, kami akan melaporkan tuduhan serius ini ke polisi," kata Sirra.

Sebelumnya, Moeldoko mengaku tidak tahu menahu soal polemik PT Asabri. Sebab kala ia menjabat sebagai panglima TNI, pengelolaan Asabri menjadi tanggung jawab BUMN. "Waktu saya jadi Panglima TNI, tidak mengerti tentang Asabri. Kami panglima TNI tidak memiliki otoritas yang bersinggungan dengan Asabri karena dikelola oleh BUMN," ujar Moeldoko, Selasa (14/1).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts