Muncul Situs Baru Mirip IndoXXI, Pemblokiran Bukan Solusi Efektif?
Nasional

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menuturkan kemunculan situs serupa IndoXXI memang sudah diprediksi sehingga pemblokiran bukan cara yang efektif.

WowKeren - Beberapa waktu lalu situs streaming film IndoXXI menyampaikan pengumuman langsung yang menyatakan bahwa mulai 2020 pihaknya akan memberhentikan layanan. Hal itu dilakukan demi mendukung industri kreatif.

"Sangat berat tapi harus dilakukan, terima kasih kepada seluruh penonton setia kami, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 kami akan menghentikan penayangan film di website ini," tulis IndoXXI pada situsnya. "Demi mendukung dan memajukan industri kreatif tanah air, semoga ke depannya akan menjadi lebih baik."


Namun rupanya, era situs streaming film bajakan tak akan berakhir dengan mudah begitu saja. Usai IndoXXI menyudahi layanannya, muncul situs serupa lainnya. Pemblokiran yang dilakukan oleh pemerintah pun dinilai belum efektif sepenuhnya.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menuturkan bahwa kemunculan situs serupa IndoXXI memang sudah diprediksi. Sehingga menurutnya pemblokiran memang bukan satu-satunya cara yang efektif.

Selain itu, faktor lainnya yang perlu diingat adalah banyaknya permintaan untuk menyediakan situs semacam itu. Sehingga tak pelak hal ini menjadi hal yang menggiurkan bagi penyedia layanan.

"Bisa jadi memang bukan solusi jitu pemblokiran tersebut," kata Heru dilansir detikINET, Senin (17/2). "Karena permintaannya besar, sehingga orang ada yang tergiur menyediakannya."

Jika pemerintah memang benar-benar ingin memberantas situs semacam itu, maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pemantauan setiap hari. Pasalnya, jika sekali saja lengah maka situs semacam ini akan mulai bermunculan.

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah segera mencari solusi untuk persoalan ini. Misalnya dengan menghimpun film-film Indonesia, membuat aplikasi lokal hingga menggandeng produser film internasional. Ia pun juga meminta agar masyarakat bisa memahami pentingnya hak cipta.

"Yang tentunya membuat situs ilegal film-film merupakan bagian dari tidak menghargainya kita akan hak atas kekayaan intelektual pembuatnya," tegas Heru. "Dan tak menghargai kreativitas yang tentunya butuh ide, biaya dan usaha besar untuk membuat sebuah film."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts