Petinggi Sunda Empire Minta Penangguhan Penahanan, Polisi Bakal Kaji
Nasional
Fenomena Kerajaan Fiktif

Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana tengah mengajukan penangguhan penahanan ke Polda Jabar, Selasa (18/2). Polisi pun tengah mengkaji permohonan tersebut.

WowKeren - Fenomena kerajaan fiktif beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Salah satu kerajaan fiktif yang kerap dibicarakan publik adalah Sunda Empire.

Diketahui, Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana tengah mengajukan penangguhan penahanan ke Polda Jabar. Pengajuan penangguhan penahanan ini dilakukan oleh tim pengacara Rangga ke Mapolda Jabar Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, pada Selasa (18/2) hari ini.


"Kita melakukan permohonan untuk mendapat salinan BAP (berita acara pemeriksaan)," tutur kuasa hukum Rangga, Misbahul Huda, di Mapolda Jabar. "Kemudian kita meminta penangguhan penahanan."

Menggapi hal ini, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Saptono Erlangga mengatakan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) akan mempelajari permohonan penangguhan penahanan Rangga. "Nanti penyidik akan mempertimbangkan. Hasilnya (diterima atau tidak) tergantung penyidik," kata Saptono, Selasa (18/2).

Saptono sendiri telah membenarkan bahwa pendamping hukum Rangga mendatangi Gedung Ditreskrimum Polda Jabar pagi tadi. Kedatangan kuasa hukum Rangga tersebut untuk memohon penangguhan penanganan dan meminta berita acara pemeriksaan (BAP).

Namun, Saptono mengaku jika pihaknya hanya baru menerima satu surat permohonan dari pihak tersangka Rangga. Sementara dua tersangka lainnya, yaitu Nasri Bank dan Raden Ratna belum mengajukan penangguhan. "Dari pengacara hanya Rangga saja," ujarnya.

Sebelumnya, polisi mengungkapkan bahwa pasal penipuan tidak dapat diterapkan dalam kasus Sunda Empire ini. Pasalnya, para petinggi Sunda Empire tidak memungut uang dari para pengikutnya. "Tidak ada penipuan," tegas Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga, pada Jumat (7/2).

Menurut Saptono, para pengikut Sunda Empire bersedia bergabung karena tergiur dengan deposito yang diming-imingi para petingginya. Sebab mereka mengklaim memiliki deposito sampai USD 500 juta yang disebut-sebut berada di Bank Swiss.

You can share this post!

Related Posts