Rektor Jadi Kepala BPIP, Ratusan Ijazah Wisudawan UIN Yogja 'Terbengkalai'
Nasional

Salah seorang mahasiswa, Haydar Nabris Muhammad, mengatakan ada sekitar 500 wisudawan yang ijazahnya masih menunggu untuk ditandatangani sang rektor saat ini telah menjabat sebagai Kepala BPIP.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah melantik Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta Yudian Wahyudi sebagai kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu (5/2). Namun, hal ini justru menyisakan masalah baru. Bagaimana tidak, ratusan wisudawan masih menunggu ijazah mereka ditandatangani sang rektor.

Salah seorang mahasiswa, Haydar Nabris Muhammad, mengatakan ada sekitar 500 wisudawan yang ijazahnya masih menunggu untuk ditandatangani. "Ratusan, ada lima ratusan lebih. Ijazahnya (map) itu kalau dibuka, tulisannya mohon maaf ijazah masih dalam proses tandatangan," ujar Haydar dilansir Kumparan, Kamis (20/2).


Haydar sendiri telah dinyatakan lulus sejak September 2019 lalu sedangkan pelantikan Yudian sebagai Ketua BPIP adalah 5 Februari. Antara September hingga Januari, seharusnya ada rentang waktu yang cukup untuk tanda tangan. "Ada rentang waktu dari September ke Januari untuk tanda tangan," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang ia dapat dari mahasiswa yang berada di tingkat atas, ijazah pada umumnya ditandatangani paling lama dua hari sejak wisuda. Namun anehnya, pihak kampus tidak mampu memberikan jawaban yang pasti.

"Yang bikin jengkel itu setiap ditanya mereka tidak bisa kasih waktu kepastian kapan," tutur Haydar. "Ini sebenarnya anak-anak pada modelan ya sudah deh karena mereka dapat SKL (Surat Keterangan Lulus)."

Namun sayangnya, ada kalanya SKL tidak bisa digunakan sebagai pemenuhan syarat tertentu sebagai pengganti ijazah. Misalnya ketika akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan lebih lanjut. "Saya rewel karena SKL di instansi yang mau aku masukin enggak bisa. Aku mau daftar S2 dan pakai ijazah," kata dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Rektor UIN Sunan Kalijaga, Sahiron Syamsuddin, membenarkan jika ada wisudawan yang belum ditandatangani ijazahnya. Menurutnya, Yudian selalu mengedepankan perkara penting termasuk menandatangani ijazah. Namun, sebelum dilantik jadi Ketua BPIP, Yudian memang sangat sibuk.

"Setiap di kantor pasti menandatangani ijazah," kata Sahiron masih dilansir Kumparan. "Tapi karena percetakan kan enggak satu jam dua jam juga jadi kita menunggu mana yang sudah jadi."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts