Donald Trump Blak-Blakan Soal Alasan Coret RI Dari Daftar Negara Berkembang
Dunia

Trump lewat USTR, perwakilan AS di WTO, mencoret Indonesia dan sejumlah negara lain dari daftar negara berkembang. Belakangan Trump mengungkap alasan di balik keputusan tersebut.

WowKeren - Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) baru-baru ini merilis daftar negara berkembang terbaru versi mereka. Salah satu negara berkembang yang "didepak" dari daftar adalah Indonesia.

Beragam spekulasi pun berkembang. Termasuk dari para pengamat ekonomi yang berprasangka bahwa Presiden AS Donald Trump sengaja melakukan itu demi menekan neraca perdagangan Indonesia. Sebab dengan "naik status" menjadi negara maju, Indonesia tak lagi berhak mendapatkan keringanan berupa pemotongan bea masuk barang ekspor ke AS.


"Barang ekspor Indonesia ke pasar AS nanti akan dikenakan bea masuk yang lebih mahal. Ini akal liciknya Trump saja," kata ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adinegara, dilansir CNN Indonesia, Senin (24/2).

Lantas apakah alasan sesungguhnya Trump "menendang" Indonesia dari daftar tersebut? Dilansir dari Reuters, rupanya Trump mengaku jengkel lantaran negaranya banyak dirugikan dengan daftar negara berkembang tersebut.

Menurut konglomerat properti itu, banyak negara yang berpura-pura tetap dalam status berkembang demi mendapatkan perlakuan istimewa, seperti disepakati oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Menurutnya banyak negara dalam daftar tersebut yang secara ekonomi sudah cukup besar namun bersikeras mempertahankan status sebagai negara berkembang di WTO.

"WTO itu rusak ketika negara-negara kaya di dunia mengklaim sebagai negara berkembang untuk menghindari aturan-aturan WTO dan mendapat perlakuan khusus. Tak boleh lagi!" ujar Trump melalui akun Twitter-nya.

Alasan itu yang kemudian membuat Trump, lewat USTR, meminta agar WTO mengaudit ulang daftar negara berkembang tersebut. WTO diharapkan lebih selektif dalam menetapkan status negara berkembang karena dinilai bisa merugikan AS dalam kesepakatan dagang multilateral.

Menurut Trump, ada beberapa negara yang mengambil banyak keuntungan dari status negara berkembang yang mereka sandang. Salah satunya Tiongkok, yang menurut Trump menggunakan status tersebut demi mempertahankan tarif bea masuk ekspor barang ke AS sekaligus melibas berbagai hambatan perdagangan internasional demi kemajuan industri dalam negeri.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts