Bukan Corona Biasa, Kemenkes Duga WN Jepang Terinfeksi Virus Yang Sudah Bermutasi
Nasional
Wabah Virus Corona

Seorang WN Jepang disebut terinfeksi virus Corona pasca melakukan kunjungan ke Indonesia. Namun belakangan Kemenkes mengungkap dugaan mengejutkan di balik kasus tersebut.

WowKeren - Seorang warga negara Jepang positif terinfeksi virus Corona usai pulang dari kunjungannya ke Indonesia pada 15 Februari 2020 lalu. Pasien merupakan pria berusia 60 tahun yang bekerja sebagai pegawai pusat kesehatan panti jompo di Tokyo.

Menanggapi kabar tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun buka suara. Sekretaris Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan jika pria tersebut tidak terkena virus Corona jenis COVID-19. Lebih lanjut, virus yang menginfeksi sang WN Jepang adalah virus Corona tipe II (SARS CoV-2).


"Pada saat dirawat dia harus diperiksa virusnya ternyata ditemukan virus Sars Korona virus tipe 2. Yang kemudian kondisinya sekarang sih stabil sudah baik tapi masih dirawat," jelas Achmad, Selasa (25/2).

Lebih lanjut, Kemenkes menduga virus tersebut merupakan patogen yang sudah bermutasi. Sebab ada beberapa perbedaan dengan penyebab COVID-19, salah satunya terkait minimal dan jinaknya gejala-gejala yang ditimbulkan.

"Ada hal yang mendasar yang kami terima dari para pakar. SARS-CoV-2 ini penyebab COVID-19 seperti yang ditulis oleh WHO," ungkap Achmad, dilansir dari Detik Health. "Tapi para pendapat lainnya mengatakan ini (SARS-CoV-2) adalah bentuk mutasi dari COVID-19 yang ditengarai menjadi jinak dengan tanda-tanda minimal."

Meski begitu, Achmad menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan kewaspadaan walaupun ada perbedaan pendapat ahli ihwal kedua virus tersebut. "Apapun perbedaan itu kita tetap melakukan kewaspadaan," tuturnya.

Di sisi lain, dugaan bahwa virus Corona sudah bermutasi sebelumnya sempat disampaikan pula oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bila terinfeksi virus yang telah bermutasi ini, gejala yang ditimbulkan akan sangat minim dan durasi inkubasinya juga jadi lebih lama.

Gejala yang umum ditemui pada pasien terinfeksi virus Corona, seperti demam tinggi, batuk berlebih, hingga pilek berkepanjangan sulit dijumpai. Situasi ini pun membuat para medis jadi kesulitan mengidentifikasi penyakit hanya dari keadaan fisik luar pasien saja.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts