Jelang Pilkada 2020, Ma'ruf Amin Minta Warga Jauhi 'Wani Piro'
Instagram
Nasional

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma'ruf Amin memberikan pesan-pesannya kepada masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak.

WowKeren - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak akan digelar pada September mendatang. Jelang Pilkada, Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma'ruf Amin memberikan pesan-pesannya terhadap masyarakat.

Ma'ruf meminta agar masyarakat di 270 wilayah yang akan menggelar Pilkada 2020 untuk menjauhi segala bentuk praktik politik uang yang biasa marak terjadi untuk mempengaruhi pemilih. Ia mengibaratkan praktik politik uang sebagai "NPWP" atau kepanjangan dari nomor piro, wani piro atau nomor berapa berani berapa.


"Jangan sampai pemilu ini dicederai dengan seperti yang tadi dijelaskan, adanya money politic," ujar Ma'ruf saat membuka acara Indeks Kerawanan Pemilu di Hotel Redtop Pecenongan, Jakarta Pusat pada Selasa (25/2). "Atau bahasa anak-anak bilang itu jangan ada NPWP, nomor piro wani piro, jangan sampai sebar hoaks."

Selain politik uang, Ma'ruf juga mengingatkan para kandidat calon kepala daerah yang akan maju. Mantan Rais Aam PBNU ini meminta agar mereka dapat menjauhi praktek berbau SARA demi meraih meraih seraih simpati pemilih.

Menurut Ma'ruf, penting jika setiap calon kepala daerah yang akan maju dapat bersaing satu dengan yang lainnya secara sehat. Terlebih, praktik-praktik kotor seperti politik uang, politisasi SARA hingga menyebarkan hoaks akan mencederai praktek demokrasi yang sudah matang di Indonesia.

"Jangan sampai dikompromikan dengan proses-proses prosedural dan praktik-praktik yang mencederai pencapaian tujuan berdemokrasi itu," tegas Ma'ruf. "Karena dia tidak mampu bersaing secara sehat, dia mencari hal yang lain."

Orang nomor dua di Indonesia ini juga memberikan contoh bagi para kandidat kepala daerah untuk meniru kisah Nabi Yusuf yang pernah diangkat menjadi perdana menteri Mesir oleh Firaun beberapa abad silam. Ma'ruf menjelaskan jika Nabi Yusuf memiliki keberanian untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya di bidang perbendaharaan negara ketimbang bidang lainnya saat diminta menjadi perdana menteri.

Oleh sebab itu, Ma'ruf berpesan agar calon kepala daerah berani menonjolkan keunggulan mereka masing-masing dan tidak bermain dengan isu negatif. "Kalau kita ingin dipilih boleh saja, kita menyampaikan kelebihan kita, keunggulan kita," pungkasnya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts