AS Siap Uji Coba Vaksin Corona ke Manusia April 2020 Mendatang
Dunia

Penyebaran virus corona (COVID-19) yang semakin meluas akhir-akhir ini membuat para peneliti berpacu dengan waktu untuk menembukan obat/vaksinnya. Peneliti AS sendiri mengaku siap menguji coba vaksin buatannya ke manusia bulan April mendatang.

WowKeren - Mewabahnya virus corona (COVID-19) ke sejumlah negara di seluruh dunia membuat para peneliti berpacu dengan waktu untuk menemukan vaksin. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah mengungkapkan kemungkinan vaksin corona akan tersedia paling cepat dalam waktu 10 hingga 12 bulan mendatang.

Namun, baru-baru ini perusahaan bioteknologi AS telah mengirimkan vaksin virus corona eksperimental kepada peneliti pemerintah Amerika Serikat hanya dalam waktu 42 hari setelah urutan genetik SARS-CoV-2 dirilis oleh peneliti Tiongkok pertengahan Januari lalu.

Dikutip dari Time, botol pertama vaksin tersebut telah dikirim ke Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) yang merupakan bagian dari Institut Kesehatan Nasional (NIH) di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat.


Vaksin tersebut akan siap diujicobakan pertama kali pada manusia pada April mendatang. “Kami tepat waktu setidaknya dan mungkin bahkan sedikit lebih baik,” ujar Dr Anthony Fauci, direktur NIAID.

Sementara itu, National Institute of Health sendiri bekerja sama dengan perusahaan biotek Moderna dalam pengembangan vaksin untuk virus corona tersebut. Menurut The Wall Street Journal sebagaimana dikuti dari CNN, mengatakan bahwa dua dosisi dari vaksin itu nantinya akan diujicobakan kepada sukarelawan untuk melihat apakah itu menghasilkan respons kekebalan yang akan melindungi seseorang dari virus.

Lebih lanjut, Fauci mengatakan nantinya akan ada 45 orang yang berpartisipasi dalam penentuan keberhasilan uji coba terhadap vaksin batch pertama yang disebut mRNA-1273 ini. Jika uji coba tersebut berhasil, maka pengujian lebih lanjut dan persetujuan peraturan akan dibuat sebelum vaksin itu digunakan secara luas.

Fauci menegaskan bahwa vaksin tersebut telah diujicobakan ke dalam tikus dan menunjukkan hasil yang immunogenic yakni memicu respons sistem kekebalan tubuh dan menunjukkan bahwa vaksin tersebut bisa melawan virus.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait