Tembus Rp 17 Ribu Per Kilogram, Ternyata Ini Alasan Harga Gula Naik Tajam
Nasional

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P Roeslani menuturkan jika peristiwa ini seharusnya bisa diantisipasi oleh pemerintah mengingat stok dalam negeri sudah mulai menipis.

WowKeren - Harga salah satu bahan pokok, gula, kian meroket tajam hingga Rp 17 ribu per kilogram. Nominal ini meningkat signifikan dari harga gula yang biasanya berada di sekitaran 12 hingga 13 ribu rupiah.

Adapun hal itu disebabkan karena ketersediaan gula yang kian langka. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P Roeslani menuturkan jika peristiwa ini seharusnya bisa diantisipasi oleh pemerintah mengingat stok dalam negeri sudah mulai menipis.

Sehingga jika memang diketahui stok gula menipis maka langkah impor seharusnya bisa dilakukan sebagai langkah antisipasi. Selain musim giling gula baru jatuh pada Mei mendatang, adanya panic buying masyarakat akibat isu virus corona juga membuat ketersediaan gula di pasaran kian menipis. "Kalau memang langka, kurang, kalau memang harus impor ya harus lakukan impor," kata Rosan di jakarta Timur, kamis (12/3).

Selain itu, sebentar lagi juga akan memasuki bulan puasa, dimana kebutuhan masyarakat akan gula juga akan sangat meningkat. Sebab di bulan puasa pada umumnya masyarakat akan mencari atau membuat minuman yang serba manis untuk berbuka.


"Jadi logikanya sajalah. Apalagi menyangkut kebutuhan bulan puasa ini, pasti tinggilah," tegas Rosan. "Semua kita manis-manis bulan puasa. Semua kita kasih gula, buka puasa pakai gula, pasti kebutuhan meningkat."

Menurutnya, pemerintah seharusnya bisa lebih cepat mengambil langkah untuk mengimpor gula demi mencukupi kebutuhan dalam negeri sehingga harga gula tidak akan sampai melejit seperti sekarang ini. Sebaliknya, langkah impor sebaiknya dihindari ketika dalam negeri adalah masa panen karena bisa menyebabkan harga gula anjlok.

"Mereka sudah tahu siklusnya, panen kapan, jangan sampai tabrakan. Karena impornya ditunda-tunda-tunda, kemudian impornya saat masa panen," tutur Rosan. "Ya itu harga turun, tapi begitu barang lagi nggak ada, impornya malah lama karena masalah administrasi, ya harga naik."

Tak hanya gula, hal ini pun juga berlaku terhadap komoditas lain. "Termasuk bawang putih, dan lain-lain," ujar Rosan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts