Pada dasarnya, Sri Sultan Hamengkubuwono X tidak masalah jika digelar kuliah online namun ia justru khawatir jika mahasiswa di Yogyakarta justru akan keluyuran di tempat umum.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 16 Maret 2020 - 11:30 WIB
WowKeren - Wabah corona yang semakin meluas di Indonesia membuat sejumlah universitas telah memberlakukan kuliah secara online, termasuk universitas yang ada di Yogyakarta. Terkait hal ini, Sri Sultan Hamengkubuwono X ikut angkat bicara.
Pada dasarnya, ia tidak masalah jika digelar kuliah online. Namun, ia khawatir akan satu hal. Pasalnya, di Yogyakarta sendiri ada lebih dari 300 ribu mahasiswa yang menimba ilmu di perguruan tinggi.
"Untuk kuliah online saya kira tidak masalah, mungkin bagi kampus tidak masalah," tutur Sultan di Gedung Pracimosono Kompleks Kepatihan, Minggu (15/3). "Tapi bagi kami ada sedikit masalah, mahasiswa di DIY itu lebih dari 300 ribu. Mungkin mahasiswa yang orang Yogya ada 10-15 persen, sisanya pendatang."
Ia khawatir jika ada anjuran untuk kuliah online, para mahasiswa tersebut justru akan memilih bepergian ke tempat umum. Sehingga risiko terjangkit virus Covid-19 juga akan sama tingginya. padahal, dengan adanya kuliah online mahasiswa diharapkan akan pulang ke kampung halaman.
"Pertanyaan saya dengan dua minggu itu mereka di Yogya atau pulang? Saya khawatir tetap di Yogya bukan pulang biarpun kuliahnya online," ungkap Sultan. "Sekarang kalau tidak pulang, di rumah apa malah pergi-pergi ke mana. Kami mantaunya susah, sedangkan harapan kami kalau dia pulang ke daerah (asal) tidak masalah, beban corona Yogya kan kecil kalau dia pulang."
Lebih jauh, ia menyarankan agar pihak kampus meliburkan mahasiswa selama satu bulan. Sehingga para mahasiswa memiliki waktu yang cukup untuk pulang ke kampung halaman. "Kalau kampus mau meliburkan supaya dia pulang, kalau bisa masuknya setelah libur satu minggu setelah bulan puasa. Jadi kira-kira libur satu bulan dan itu pasti pulang," bebernya.
(wk/zodi)