Jokowi Minta Imbauan Kerja dari Rumah Tak Disalahartikan Sebagai Liburan
Instagram/jokowi
Nasional
Wabah Virus Corona

Presiden Joko Widodo alias Jokowi khawatir dengan banyaknya masyarakat yang berkerumun di tempat wisata justru akan meningkatkan potensi penyebaran virus corona di Indonesia.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi kembali meluruskan terkait imbauan bekerja dari rumah. Ia menegaskan agar imbauan tersebut tak dipakai sebagai kesempatan untuk melakukan liburan.

Ia mengaku telah melihat sejumlah orang yang justru asyik pergi liburan di tengah meluasnya wabah corona di negeri ini. Alhasil, bukannya menghindari kegiatan yang melibatkan kerumunan orang tempat wisata justru dipadati pengunjung.


"Kebijakan belajar, bekerja, dan beribadah di rumah jangan sampai kebijakan ini dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk liburan," kata Jokowi melalui siaran akun Youtube milik Sekretariat Presiden, Kamis (19/3). "Saya lihat Sabtu-Minggu kemarin di Pantai Carita, di Puncak lebih ramai dari biasanya."

Jokowi khawatir dengan banyaknya masyarakat yang berkerumun di tempat wisata justru akan meningkatkan potensi penyebaran virus corona. Jokowi pun mengimbau warga untuk menerapkan yang namanya social distancing di area publik. Tak hanya di dalam moda transportasi namun juga pelabuhan maupun terminal.

"Saya minta diterapkan secara ketat, menjaga jarak di area publik," lanjut Jokowi. "Termasuk dalam transportasi publik, di bandara, stasiun, pelabuhan, terminal bus, untuk cegah penularan."

Pemerintah saat ini telah bekerja keras menekan persebaran virus corona yang kian masif di Indonesia. Untuk membantu pemerintah, Jokowi berharap agar masyarakat mematuhi imbauan untuk mengurangi mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya. "Tiga hal ini penting dan terus kami ulangi, mengurangi mobilitas orang, menjaga jarak, dan mengurangi kerumunan yang membawa risiko," ujar mantan Wali Kota Surakarta tersebut.

Diketahui, jumlah pasien yang dinyatakan positif corona kian bertambah di negeri ini. Tak hanya itu, tingkat kematian akibat virus ini juga terbilang tinggi di Asia Tenggara. Data terbaru pada Rabu (18/3) dilaporkan ada 227 pasien yang positif corona. Dari jumlah tersebut, 19 pasien dinyatakan meninggal dan 11 orang berhasil pulih. Dengan jumlah itu, case fatality rate (CFR) akibat corona di Indonesia mencapai 8,37 persen.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts