Kasus Corona Melesat, Penimbun Masker Diancam Pidana Maksimal Oleh Jaksa Agung
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia terus meningkat, kejaksaan agung mengancam akan menjatuhkan pidana maksimal bagi oknum-oknum yang masih melakukan penimbunan masker.

WowKeren - Penyebaran wabah virus corona (COVID-19) di Indonesia semakin mengganas. Pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan lonjakan pasien virus corona di Tanah Air dari yang sebelumnya 172 orang saat ini menjadi 227 orang positif covid-19.

Dampak dari wabah virus corona yang terus meningkat, sejumlah barang yang berfungsi sebagai pencegahan langsung habis diborong masyarakat. Sebagai contoh keberadaan masker hingga hand sanitizer yang sudah mulai langka di pasaran. Bahkan, masyarakat juga banyak yang melakukan panic buying dengan memborong sembako.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin lantas memberikan ancamannya bagi oknum-oknum yang nekat melakukan penimbunan masker hingga sembako. Menurutnya, saat ini banyak pihak yang memanfaatkan virus corona untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Oleh sebab itu, Burhanuddin berjanji akan memberikan tuntutan pidana maksimal bagi oknum-oknum tersebut agar mendapatkan efek jera. "Agar setiap pelakunya diberikan tuntutan pidana maksimal," kata Jaksa Agung lewat keterangan resmi dari Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, Kamis (19/3).


Burhanuddin menjelaskan jika saat ini telah ada sejumlah kasus penimbunan yang marak terjadi di tengah-tengah wabah virus corona. Diantaranya adalah penimbunan masker dan obat-obatan, serta kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako).

Selain itu, Jaksa Agung juga siap memberikan hukuman maksimal bagi penyebar-penyebar berita bohong (hoaks) seputar covid-19. Keputusan untuk memberikan tuntutan pidana maksimal dilakukan lantaran kejaksaan menilai jika situasi akibat virus corona bisa semakin tidak terkendali.

Pihak Kejaksaan Agung juga menyayangkan tindakan yang dilakukan orang-orang yang suka melakukan penimbunan barang-barang penting tersebut. "Sungguh disayangkan karena dalam situasi yang memilukan ini ternyata dimanfaatkan segelintir orang untuk meraup rupiah secara tidak bertanggungjawab," papar Hari.

Menurut Hari, kelangkaan sejumlah barang pokok hingga masker ini begitu meresahkan masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang paling terdampak adalah mereka yang hidup dengan strata ekonomi menengah ke bawah.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts